Metode Pemilihan Disepakati, Rais Am NU Dipilih Rais Wilayah

Suriyanto, CNN Indonesia | Senin, 03/08/2015 15:36 WIB
Metode Pemilihan Disepakati, Rais Am NU Dipilih Rais Wilayah Sejumlah peserta terlibat adu argumen saat pembahasan Tata Tertib Muktamar NU ke 33 di Alun-alun Jombang, Jawa Timur, Minggu (2/8) malam. Pembahasan Tatib tersebut diskors hingga Senin (3/8), karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan pembahasan. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta, CNN Indonesia -- Muktamar Nahdlatul Ulama akhirnya menyepakati mekanisme pemilihan Rais Am atau pimpinan tertinggi di tubuh Pengurus Besar NU. Usulan menggunakan ahlul halli wal aqdi sepakat untuk dihapus.

Menurut Sekretaris Panitia Pusat Muktamar NU ke-33 Syahrizal Syarif, kesepakatan terjalin setelah Pejabat Rais Am NU Mustofa Bisri bertemu dengan seluruh petinggi PBNU, Pengurus Wilayah NU, Rais wilayah NU dan para kiai sepuh.

Hasilnya disepakati bahwa Rais Am PBNU dalam Muktamar ke-33 ini akan dipilih oleh para Rais Wilayah NU. "Rais Am itu pimpinan tertinggi para kiai sehingga yang memilihnya juga para kiai," kata Syahrizal kepada CNN Indonesia. (Baca juga: Komite Pengarah Sebut Kursi Ketum PBNU Masih Sepi Peminat)


Jumlah para rais wilayah ini ada sekitar 500 orang. Nantinya mereka akan rapat secara tertutup untuk memilih sendiri Rais Am. Saat ini Rais AM PBNU dijabat oleh Mustofa Bisri. Ia menggantikan Sahal Mahfudz yang wafat pada Januari 2014 lalu.

SIMAK FOKUS: Kabar dari Dua Muktamar

Setelah diputuskan bahwa Rais Am NU dipilih oleh para rais wilayah, maka dinyatakan pembahasan tata tertib Muktamar NU ke-33 sudah selesai.

Muktamar selanjutnya akan masuk ke agenda selanjutnya yaknis sidang komisi. Saat ini enam komisi tengah membahas berbagai masalah dari mulai AD/ART, masalah keagamaan, hingga rekomendasi Muktamar.

Syahrizal berharap, setelah tata tertib disepakai, jadwal Muktamar akan berjalan sesuai dengan agenda yang telah disusun. (Baca juga: Ribut Mekanisme Pemililhan, Jadwal Muktamar NU Molor)

Muktamar NU di Jombang diskors tadi malam setelah terjadi kebuntuan soal mekanisme pemilihan Rais Am. Dalam agenda, peserta ditawarkan pemilihan Rais Am dilakukan oleh perwakilan yang diusulkan masing-masing cabang atau wilayah.

Cabang dan wilayah diminta mengusulkan maksimal sembilan nama perwakilan untuk menjadi ahlul halli wal aqdi yang berhak menunjuk Rais Am NU.

Namun usulan ini ditolak oleh sebagian peserta yang lain sehingga berujung pada kebuntuan sidang. Rais Am PBNU Mustofa Bisri selaku penanggung jawab Muktamar turun tangan menyelesaikan masalah ini dengan mengundang seluruh petinggi NU baik di pusat maupun wilayah. (sur/sur)