Ahok Lebih Suka Pejabat Berani daripada Pintar

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Jumat, 07/08/2015 14:15 WIB
Ahok Lebih Suka Pejabat Berani daripada Pintar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama melantik 303 pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, Jumat (7/8). (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama melantik 303 pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Dalam acara pelantikan itu, ia berpesan kepada jajarannya agar berani menegakkan aturan.

"Saya tidak butuh orang terlalu pintar di DKI, saya butuh orang yang menegakkan aturan, tidak suap, dan tidak mencuri," kata Ahok -sapaan akrab Gubernur Basuki Tjahaja Purnama- dalam sambutannya di Balai Kota, Jakarta, Jumat (7/8).

Bagi Ahok, pejabat yang berani lebih penting dibandingkan yang pintar. Sebab, ia pernah merasa dikelabui oleh pejabat-pejabat yang memiliki kepintaran di bidangnya. (Baca: Ahok Turunkan Pangkat 57 Pejabat Ibu Kota)


Pada kesempatan ini Ahok juga mengingatkan kembali kepada jajarannya agar tidak korupsi dan tidak menerima gratifikasi.  "Saya bersyukur banyak yang integritasnya baik. Banyak yang sudah melaporkan gratifikasi ke KPK. Ini membuat saya berpikir, berarti bukan cuma dia. Berarti ada yang lain juga yang kebagian duit seperti itu," ujar dia.

Berantas PNS Malas

Tak hanya mengingatkan soal keberanian menegakkan hukum, Ahok juga berpesan kepada jajaran yang baru ia lantik agar memperhatikan kerja pegawainya. Bekas Bupati Belitung Timur itu mengatakan tidak boleh lagi ada PNS yang tidak punya pekerjaan apapun di kantor.

"Kalau anak buah Anda tidak punya pekerjaan harus lapor kepada kami untuk dipindahkan ke yang banyak pekerjaan. Bukan dijaga," kata Ahok.

Ahok mengaku kerap mendapati PNS yang pekerjaannya terkesan dipaksakan. Padahal sebenarnya ia tidak punya pekerjaan. (Baca: Ramadan, Ahok Rombak Beberapa Jabatan Kepala Dinas)

"Yang begitu bukan dibantu untuk ikut-ikut rapat terus di gaji. Atau menelaah-menelaah dokumen satu lembar kertas saja sampai satu minggu. Saya hafal kelakuan oknum PNS dan oknum pejabat. TKD kita sudah lumayan. Jangan macam-macam lah," ujar Ahok.

Hari ini, Ahok melantik 303 pejabat pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Terdiri dari 10 pejabat eselon II, 32 pejabat eselon III, dan 261 pekabat eselon IV. Salah satunya adalah Bupati Kepulauan Seribu Budi Utomo dan wakilnya M Anwar.

(obs/sip)