Ahok Beberkan Rencana Setelah Pensiun Jadi Pejabat

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Selasa, 11/08/2015 22:12 WIB
Ahok Beberkan Rencana Setelah Pensiun Jadi Pejabat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memberikan kata sambutan pada acara Idea Fest, di Jakarta Convention Center. Sabtu (8/8). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di depan tujuh belas Anak Sabang Merauke (ASM) yang mengikuti pertukaran pelajar di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyampaikan rencananya usai pensiun dari pejabat publik.

Ahok, sapaan akrab Basuki mengatakan dirinya ingin menjadi provokator. Katanya, ia ingin memprovokasi orang lain, terutama anak-anak, agar mau masuk ke dalam dunia politik dan menjadi pejabat publik.

"Saya mau jadi provokator, panggilannya 'Prov' juga. Kalau Profesor tidak mungkin. Untuk memprovokasi anak-anak yang tidak terpanggil di politik untuk masuk ke politik," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Selasa (11/8).


Ahok percaya, dengan lebih banyak orang-orang baik yang bergabung dalam dunia politik, Indonesia bisa menjadi lebih baik.

"Saya mau jadi provokator untuk membagikan motivasi. Kalau Anda mau memperbaiki negeri ini, masuk ke pemerintahan dan lawan. Tidak bisa hanya teriak-teriak di luar," ujar Ahok.

Bagi dia, dengan menjadi penonton saja tidaklah cukup. Indonesia tidak akan mampu berubah di tangan orang-orang yang diam saja dan tidak berbuat apa-apa.

Anggapan bahwa politik itu kotor pun buru-buru ditampik Ahok. Dengan selalu memegang prinsip tidak berpihak kepada siapapun, tidak terima suap, berpegangan pada konstitusi, pelaku politik yang menjadi pejabat publik pun tidak akan terjerumus di dunia politik yang hitam.

"Saya juga yakin orang yang direkrut dari bukan politik terpanggil masuk ke politik akan lebih baik. Daripada orang yang teriak-teriak politik karena belum dapat bagian. Atau hanya karena pindah tidak diterima di satu tempat," kata Ahok.

Untuk itu, Ahok ingin memprovokasi orang-orang yang tidak pernah terpikir untuk masuk ke dalam dunia politik, mau berpolitik agar dapat membuat perubahan.

Menurut Ahok, dengan menjadi pejabat, seseorang bisa menentukan nasib masyarakat luas. Jika seseorang menjadi miliader, maka jumlah orang yang dibantu akan terbatas. Namun, seorang pejabat bisa membantu semua orang untuk mendapatkan penghasilan memadai.

"Kalau kamu jadi pejabat bisa membuat semua orang punya penghasilan Rp 500 ribu," kata mantan Bupati Belitung Timur itu.

Ahok mengatakan fakta tersebut mesti diketahui anak-anak agar stigma atas pejabat yang malas, korup dan tidak mau kerja keras luruh. Semua karakter tersebut, katanya, merupakan stigma yang salah.

"Masih ada pejabat yang mau bekerja keras, membela kepentingan rakyat. Ini penting untuk membangun kepercayaan mereka," ujar Ahok melanjutkan perkataannya. (utd/utd)