"Masuk akal tidak rehab satu sekolah sampai Rp 30-50 miliar. Itu rehab, apa bangun kampus?" kata Ahok yang menganggap sangat kemahalan. (Baca: Rehabilitasi Sekolah Rp 755,3 Miliar Dialihkan ke Disdik DKI)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Ahok juga mempertanyakan perihal dana lainnya yang digunakan di bidang pendidikan. Misalnya saja anggaran untuk membeli scanner maupun UPS. Untuk itu dana di bidang pendidikan, kata Ahok, harus ditinjau ulang. (Baca: Ahok Mengaku Tak Tahu soal Perkara UPS)
"Sekarang kami paksa tunda, tahun depan kami perbaiki. Kalau di (APBD) perubahan tidak keburu," lanjut dia. (Baca: Janji Renovasi Sekolah Berujung pada Duplikasi Anggaran)
Berdasarkan data yang diterima CNN Indonesia dari Dinas Pendidikan Jakarta, batas tertinggi anggaran untuk rehabilitasi sekolah di DKI tahun 2015 mencapai Rp 481,84 miliar untuk 51 sekolah.
Sementara itu, anggaran tertinggi untuk rehabilitasi total sekolah sekitar Rp 20 miliar untuk SMKN 2. Dan anggaran terendah dimiliki oleh SDN Kalisari 01 sebesar Rp 749 juta.
(obs)