“Penembakan gelap memang masih sering terjadi dan polisi masih kesulitan mengungkap kasus itu,” kata Neta ketika dihubungi CNN Indonesia, Jumat (11/9).
Penembakan yang terjadi di Bekasi, Jawa Barat, menurut Neta menyasar personel polisi yang tengah bertugas. Sebelumnya pada 11 Januari 2015 sekitar pukul 04.00 WIB, seorang warga bernama Narullah (23) ditembak dan mengenai bagian dada tengah hingga tembus ke dada samping kanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Neta menilai kepolisian sering kali kesulitan mengungkap motif penembakan yang terjadi. Seperti kasus penembakan yang kerap terjadi di halte TransJakarta.
Menurut Neta, insiden penembakan yang kerap terjadi ini tak lepas dari keberadaan senjata api ilegal yang masih beredar luas di masyarakat. “Penembakan masih terjadi karena senjata ilegal marak dan tidak terkendali, serta adanya orang tertentu yang diberi izin memegang senjata api. Ini yang bikin aksi tembakan masih terjadi,” ujar Neta.
Ruang kerja Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Widyawan Prawiraatmaja menjadi sasaran temak orang tak dikenal, Kamis siang (10/9). Jendela kaca di ruang kerja itu pecah dan berlubang.
Saat ini, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri tengah menyelidiki proyektil peluru yang membuat jendela kaca di ruangan Widyawan berlubang. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Muhammad Iqbal menyatakan, olah tempat kejadian perkara (TKP) sudah dilakukan tadi malam..
Penyidik Polda dan Polres Jakarta Selatan juga masih berkoordinasi untuk memeriksa para saksi. (rdk)