Angka tersebut muncul dari mulut Willem karena dia membandingkannya dengan kerugian yang dialami negara pada 2013 lalu. Saat itu hanya Riau yang menderita kebakaran lahan serta kabut asap dan kerugian yang didapat adalah Rp 20 triliun.
Lihat juga:Ragam Komentar Soal Bencana Kabut Asap |
Sementara untuk penanganan kebakaran dan kabut asap tahun ini, Willem mengatakan bahwa BNPB sudah menghabiskan dana hingga Rp 500 miliar. Sayangnya Willem enggan merinci dana tersebut disalurkan ke mana saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Target Akhir Oktober
"Saya harap dalam satu bulan bisa selesai, akhir Oktober atau awal November," kata Willem saat menggelar jumpa pers di gedung BNPB, Kamis (1/10).
Dalam bulan tersebut Indonesia akan mulai memasuki musim penghujan dan air memang menjadi alat paling ampuh untuk menghilangkan asap. Apalagi, kata Willem, saat ini beberapa daerah sudah mulai terguyur hujan.
"Kalau dilihat fenomena awalnya daerah Pontianak dan Riau sudah mulai hujan," katanya.
Tak hanya mengandalkan air hujan, Willem mengatakan saat ini proses pemadaman menggunakan jalur darat dan jalur udara terus dilakukan. Namun persediaan air memang harus dijaga agar tidak tanggung.
Memang, kata Willem, perlu waktu untuk memadamkan api dan menghilangkan asap di daerah-daerah tersebut. Namun, dia yakin hujan nanti akan sangat membantu pemadaman dan penghilangan asap. (utd)