Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan, pembuatan kanal ini sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo saat mengunjungi lokasi kebakaran hutan dan lahan beberapa waktu lalu.
"Diharapkan tanggal 10 Oktober pembentukannya rampung. Saat ini tengah dalam proses penyelesaian," kata Willem di gedung BNPB, Kamis (1/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zaman dulu, kata Willem, salah satu cara untuk mengeringkan lahan gambut memang dengan membuat kanal agar mudah ditanami. Namun kanal yang dibuat tidak ada sekatnya.
Saat ini, pembuatan kanal bersekat difokuskan di dua daerah, yaitu Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Daerah yang akan dibuat kanal sepanjang 17 kilometer dengan ukuran 6x6 meter
Lihat juga:Kalteng Bangun Kanal untuk Atasi Kabut Asap |
Menurut Willem, jika semua daerah dibentuk kanal bersekat, waktu yang dibutuhkan oleh pemerintah dan instansi terkait tidak mungkin hanya satu tahun.
"Tentu jika semua kawasan tidak akan selesai dalam setahun, bisa-bisa baru selesai lima tahun karena luas sekali, namun itu akan diupayakan secepatnya sehingga semua daerah rawan kebakaran sudah dibangun kanal," kata Willem. (sur)