Ahok, sapaan Basuki, mengatakan justru Lulung yang bermasalah dalam kasus tersebut karena anggaran UPS tersebut jelas-jelas merupakan anggaran siluman.
"Itu telak merupakan anggaran siluman karena tidak ada di KUA-PPAS tapi bisa muncul (di APBD-P 2014)," kata Ahok saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (26/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi, Ahok merasa dia sebagai orang yang melaporkan kasus UPS ke polisi sehingga tidak mungkin dijadikan tersangka. Ahok pun lantas menyindir Lulung yang selalu menuduhnya terlibat dalam kasus UPS.
Sebelumnya setelah menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri, Lulung tampak puas dengan pertanyaan penyidik.
Lulung yakin bahwa Ahok akan dijadikan sebagai tersangka kasus proyek pengadaan UPS di beberapa sekolah di Jakarta.
"Pak Gubernur sudah dapat diduga menjadi tersangka dalam kasus UPS," kata politisi Partai Persatuan Pembangunan itu di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (25/11).
Lulung mengaku diperiksa penyidik selama setengah jam. Ada enam pertanyaan yang ditujukan kepadanya. Salah satunya terkait lelang UPS yang dilakukan pemerintah daerah.
"Hari ini semakin terang benderang karena pertanyaannya itu sangat substansi yang menyatakan apakah boleh UPS itu dilelang oleh pemerintah daerah," katanya.
(obs)