Saat Saefullah mengatakan ada dana siluman senilai Rp 1,4 triliun, Basuki menegaskan ada dana mencapai Rp 4,15 triliun yang diselamatkan dari rancangan tersebut.
Ahok, sapaan Basuki, mengungkapkan dana senilai Rp 4,15 triliun tersebut diselamatkan setelah dirinya melakukan evaluasi dan penyisiran terhadap KUA-PPAS tersebut selama hampir 11 hari lebih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok menjelaskan anggaran yang dianggap siluman tersebut nantinya akan ditetap dialokasikan kepada beberapa program lain, seperti pembangunan rumah susun hingga pembelian alat berat untuk Dinas Bina Marga.
"Misalnya ada untuk menaikkan penghasilan dari Rp 2,7 juta ke angka Rp 3,1 juta, itu sesuai dengan upah minimun provinsi tahun depan," katanya.
Pihak yang dinaikkan penghasilannya oleh Ahok tersebut adalah para pekerja harian lepas serta penanganan prasaana dan sarana umum.
"Paling banyak dari Disparbud," katanya singkat.
Sebelumnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengklaim bahwa mereka berhasil menemukan sejumlah anggaran siluman yang terdapat di KUA-PPAS 2016.
"Anggaran yang dikoreksi sebesar Rp 1,47 triliun," ujar Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah, saat ditemui di gedung DPRD DKI, Senin (30/11).
Sementara itu Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menambahkan bahwa pemotongan anggaran paling besar berasal dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Dinss Pertamanan dan Pemakanan.
Sebagai catatan, dua dinas tersebut sempat menjadi target dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama lantaran mengalokasikan dana yang terlampau besar.
Bahkan Ahok, sapaan Basuki, sempat mengancam untuk memecat Kepala Disparbub meski akhirnya masih memberi kesempatan setidaknya hingga Januari 2016. (bag)