Kapolri: Benny Wenda Bukan Dalang Penyerangan Polsek Sinak

Resty Armenia, CNN Indonesia | Senin, 04/01/2016 19:39 WIB
Kapolri: Benny Wenda Bukan Dalang Penyerangan Polsek Sinak Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyebut Benny Wenda bukan dalam penyerangan Polsek Sinak, Papua. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti mengubah pernyataan soal pelaku penyerangan di Polsek Sinak, Papua beberapa waktu lalu. Sempat menyebut nama Benny Wenda sebagai pimimpin kelompok penyerang, namun kini Badrodin kemudian menyebut kelompok lain.

Kali ini Badrodin menyebut nama Murib sebagai pemimpin kelompok bersenjata itu. Ia membantah pernah menyebut nama Benny Wenda.

"Setahu saya, (setelah) dilapori oleh Kapolda, Murib kalau tidak salah. bukan Benny Wenda," kata Badrodin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (4/12).

Murib ini, kata Badrodiin, merupakan nama belakang dari sebuah kelompok, bukan perorangan. Kelompok separatis di Papua menurutnya terbagi atas sayap politik dan saya militer.

Jika sayap militer menguasai senjata, maka sayap politik kelompok separatis tidak membawa senjata.


Badrodin sebelumnya mengatakan, kelompok Benny Wenda berada di balik penyerangan Polsek Sinak. Kelompok itu pula, katanya, yang menembak pesawat rombongan Kapolda Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw.

“Saat Kapolda akan melakukan evakuasi terhadap korban yang meninggal, dilakukan penembakan. Itu masih dilakukan oleh kelompok yang sama, yakni kelompoknya Benny Wenda,” kata Badrodin usai Peringatan Natal Bersama Tingkat Nasional 2015 di Alun-alun Rumah Jabatan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Kupang, Senin (28/12).

Selain itu, Wakapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan juga menuding Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka sebagai dalang di balik peristiwa tersebut. "Ada indikasi penyerangan itu dilakukan oleh kelompok TPN," ujarnya.

Benny Wenda merupakan tokoh penggerak referendum kemerdekaan Papua sekaligus Kepala Perwakilan Organisasi Papua Merdeka pada kantor perwakilan OPM di London, Inggris.

Sebelumnya Benny juga membantah tuduhan bahwa dirinya di balik serangan tersebut. Melalui surat terbukanya, Benny menyebut Badrodin bersikap kekanak-kanakan karena telah menuduh dirinya sebagai otak penyerangan.

"Saya sungguh ragu jika Kapolri yakin sayalah yang harus bertanggung jawab atas penyerangan tersebut. Kalaupun dia benar-benar menuduh saya, maka dia sebenarnya sedang berbohong. Saya menyarankannya memeriksa fakta dan kembali belajar," kata Benny dalam suratnya. (sur/sur)