Ahok, sapaan Basuki, mengatakan para PKL yang sudah terdaftar di sistem Pemerintah Provinsi DKI tak perlu khawatir akan dirazia oleh Satuan Polisi Pamong Praja. Keberadaan PKL tersebut akan terpantau dalam sistem Jakarta Smart City milik DKI Jakarta.
"Kami kan menaruh (data PKL) di smart city jadi kelihatan posisi mereka di mana," kata Ahok saat ditemui di kantor Dinas PU Bina Marga, Selasa (2/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang nurut itu akan kami belai saja, bahkan kami beri uang untuk modal kerja," kata Ahok.
"Kami harus menentukan sisi kebersihannya. Agar makanannya sehat itu kami akan beri modal, gerobaknya pun minimal alumunium," ujarnya.
Basuki menjelaskan, untuk gedung-gedung di jalan protokol, yaitu Jl. Jenderal Sudirman dan Jl. MH Thamrin diwajibkan membongkar pagarnya agar jalur pejalan kaki semakin lebar.
Sementara untuk perumahan, Basuki belum memberikan paksaan tapi dia menawarkan suatu hal yang diharapkan bisa membuat para pemilik rumah mau membongkar pagar rumahnya. Tawaran tersebut adalah diskon pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB).
"Jika orang memiliki halaman lalu ada pejalan kaki lewat dan dia bersedia membuka halamannya (pagarnya), maka sisa tanah yang dia gunakan untuk membuka pagar itu akan kami beri potongan PBB," kata Ahok. (bag)