"Pemerintah tidak dalam posisi menyerang, tapi kami selalu dihajar," ujar Luhut usai menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (19/2).
Luhut berkata, Papua mestinya menghargai upaya pemerintah yang sejak tahun 2002 telah menggelontorkan dana otonomi khusus sebesar Rp52,6 triliun untuk provinsi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hampir 60 persen pemimpin di sana meninggalkan tempatnya. Bagaimana bisa mengelola daerahnya dengan baik. Lalu salah kami (pemerintah pusat) di mana," ucap Luhut, berang. (Simak Fokus: GELIAT BARU PAPUA MERDEKA?)
Berdasarkan pemaparan Luhut kepada Dewan Perwakilan Daerah, sebesar Rp10,1 triliun dari total dana otonomi khusus Papua selama 14 tahun merupakan anggaran infrastruktur.
Empat puluh persen dari dana otonomi khusus tersebut diserahkan ke pemerintah kabupaten dan kota. Sisanya digunakan pemerintah provinsi.
Sementara dana otonomi khusus Papua Barat yang baru dikirimkan sejak 2009 telah mencapai Rp15,2 triliun. Sebanyak Rp3,9 triliun dari jumlah tersebut berstatus dana infrastruktur.