Tinggal Satu Pelaku Bom Thamrin yang Buron

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Jumat, 26/02/2016 16:38 WIB
Tinggal Satu Pelaku Bom Thamrin yang Buron Petugas menjaga ketat rumah salah satu terduga teroris, Ali Mahmudin di Desa Langgen, Talang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (18/1). Densus 88 menetapkan dua dari lima tersangka terduga teroris yaitu Ali Mahmudin dan Fahrudin dengan dugaan terlibat aksi teror di Thamrin, Jakarta beberapa hari lalu. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan serangan teroris di Thamrin, Jakarta, sudah hampir terungkap seluruhnya.

"Untuk kasus bom Thamrin ini ada 16 kita tangkap terkait bom Thamrin langsung, ada satu yang belum tertangkap," kata Badrodin di Markas Besar Polri Jakarta, Jumat (26/2/2016).

Selain 16 orang yang terkait langsung, kata Badrodin, ada dua orang terpidana yang masih perlu disidik. Dengan demikian, serangan ini diduga melibatkan 19 orang.
Badrodin menjelaskan, ada lima kelompok pelaku yang terkait serangan tersebut. Di antaranya adalah kelompok Hendro Fernando, Helmi dan Romli. Sementara sisanya tidak disebutkan.


"Ada beberapa dan itu kelompok berbeda dan tentu punya rencana yang berbeda sehingga itu bisa dianggap menjadi satu masalah yang bisa ganggu keamanan," kata Badrodin.

Indonesia dan Australia bertukar informasi terkait terorisme pascaserangan yang terjadi pertengahan Januari itu. Kata Badrodin, informasi yang dibagikan Polri kepada negara tetangga itu bisa jadi alasan mereka mengeluarkan imbauan keamanan kepada warganya di Indonesia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Australia memeringatkan warganya yang berada di Indonesia untuk mewaspadai terorisme. Pemerintah negeri kangguru menyebut teroris sedang dalam tahap terakhir mempersiapkan serangan baru.

Badrodin mengatakan informasi itu telah diantisipasi. "Masyarakat tidak perlu takut," ujarnya.

Serangan Thamrin menewaskan delapan orang termasuk empat pelaku. Dua ledakan bom besar dan penembakan juga melukai puluhan orang lainnya.
Peristiwa ini diklaim oleh Negara Islam Irak dan Suriah alias ISIS. Aparat juga meyakini otak di balik serangan adalah Bahrun Naim, warga Indonesia yang jadi petinggi kelompok tersebut di Raqqa, Suriah. (yul)