"Itu semua kewajiban mereka (pengembang) untuk bangun rusun dan rumah pompa. Jadi enak saja kalian bikin pulau, bikin pulau begitu mewah terus, pegawai pulau tinggal di mana? Itu rusun buat tukang sampah, sopir," kata Ahok saat ditemui usai meresmikan ruang taman publik, di kawasan Pluit, Jakarta, Rabu (6/4).
Rusun ini nantinya akan dihuni oleh para pekerja dan pegawai yang tinggal di pulau. Para pegawai ini, menurut Ahok, tak mungkin bolak-balik dari daratan Jakarta ke pulau reklamasi. Mereka adalah pekerja di apartemen mewah milik kalangan menengah ke atas yang dibangun di pulau-pulau reklamasi sub kawasan barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh, dalam Raperda Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai di Jakarta Utara, pemerintah daerah juga mengusulkan penarikan biaya kontribusi tambahan dari pengembang sebanyak 15 persen x luas lahan yang bisa diperjualbelikan x Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP). Namun, usulan ini belum disepakati oleh DPRD DKI Jakarta.
Uang dari penghitungan kontribusi tambahan ini nantinya akan digunakan untuk membangun kawasan Jakarta Utara. "Jakarta mau diberesin dari banjir duitnya gimana? Kamu mau bangun LRT (Light Rail Transit) Rp50 triliun sampai Rp60triliun duit dari mana?" katanya.
(obs)