Namun, Nur mengatakan, Komnas HAM belum dapat mengakses semua dokumen itu saat ini.
Sebagai lembaga negara yang pendukung Simposium Nasional Tragedi 1965, Komnas HAM pun tidak dapat menggunakan berbagai data itu sebagai bahan kajian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nur mengatakan, instansinya juga belum dapat mengakses dokumen Amerika Serikat terkait Tragedi 1965 yang berstatus rahasia (unclassified).
"Kami mengajak pemerintah Amerika Serikat untuk membuka arsip yang kami rasa penting mendukung langkah simposium ini," kata Kenneth.
Bulan lalu, Komnas HAM mengirim surat kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama untuk meminjam sejumlah dokumen pemerintah Amerika Serikat yang merekam kejadian di seputar Tragedi 1965.
Dokumen-dokumen tersebut rencananya akan digunakan untuk melengkapi informasi sementara yang telah terkumpul. (abm)