Dariyun dikirim ke Buru pada 1971. Ia yang saat itu tergabung dalam Serikat Buruh Perkebunan Indonesia (Sarbupri) dituding sebagai antek PKI.
Bukan cuma dirinya, tentara saat itu juga membawa paksa dua adik dan bapaknya. Semuanya ditahan atas tuduhan yang sama, terlibat PKI. Namun cuma dirinya yang diasingkan ke Buru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadilah Dariyun warga Buru sampai sekarang. Ia kemudian menikah dengan wanita asal Solo yang merupakan putri seorang tentara bernama Bisono. Pilihannya ini sempat dipertanyakan oleh teman-temannya sesama tapol.
Lihat juga:'Lepas 37 Tahun, Aku Kembali ke Buru' |
“Teman-teman tanya, apa enggak malu punya istri anak tentara?” Kata Dariyun.
Apalagi sejak awal Dariyun tak menduga, wanit pujaan hatinya adalah anak tentara. Saat ia tahu hal itu, ia sempat pesimistis bisa mendapatkan restu dari orang tua calon istrinya.
Karena itu saat calon istrinya pamit untuk minta izin kepada orang tuanya yang berdinas di Ambon, Dariyun tak mau berharap banyak.
“Saya bekali calon istri saya uang Rp600 ribu, kalau dapat izin dia bisa pulang lagi ke sini (Buru), kalau tidak disetujui, uangnya bisa dipakai untuk kursus,” kata Dariyun.
Tak dinyana, dua pekan kemudian sang pujaan hati sudah kembali dengan membawa surat wali. Isi surat itu pada intinya, orang tua istri tidak bisa datang dan menyerahkan hak perwalian kepada penghulu.
Maka menikahlah Dariyun dengan anak tentara itu hingga memiliki empat orang anak.
Lihat juga:Perjalanan Kembali Eks Tapol ke Pulau Buru |
Dariyun bersama istrinya kini menjalani masa tuanya di Buru dengan mengelola tanah yang dijatah dari pemerintah. Sama seperti eks tapol lainnya yang bertahan di Buru, ia berstatus sebagai transmigran swakarsa sehigga berhak mendapatkan rumah, pekarangan dan sawah untuk dikelola.
Tak semua tahanan politik di Pulau Buru kembali ke daerah asalnya setelah dibebaskan pada 1979. Puluhan tahanan politik memilih melanjutkan hidup di pulau pengasingan mereka itu. (sur/sip)
Gatot Parsono menunjukan surat keterangan bebas tapol miliknya. Desa Savana Jaya, Pulau Buru. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Yadiono mantan tapol memainkan biola pemberian salah satu cucu Pramoedya Ananta Toer dirumahnya, Desa Savana Jaya, Pulau Buru. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)