"Saya enggak tahu (dukungan Golkar). Iya (sebagai) teman," kata pria yang akrab disapa Ahok itu di Balai Kota, Jakarta, Senin (30/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah Lebaran kami akan lakukan Rapimnas pertama untuk menghasilkan beberapa keputusan politik. Ya seperti dukungan kepada Ahok, untuk mengusung Ahok sebagai Gubernur DKI," kata Yorrys.
"Mendukung Ahok sebagai calon gubernur Golkar itu pasti," ujarnya.
Jika Golkar positif memberikan dukungannya kepada Ahok, artinya partai yang mendukung Ahok bertambah menjadi tiga, yakni NasDem, Hanura, dan Golkar. Jika kekuatan politik ini digabung artinya Ahok dapat maju lewat jalur partai karena sudah melebihi syarat yaitu 22 kursi di DPRD. Saat ini, NasDem memiliki 5 kursi, Hanura dengan 10 kursi, dan Golkar mempunya 9 kursi, total kursi yang dimiliki tiga partai ini adalah 24 kursi.
Kendati demikian, Ahok tetap kukuh maju lewat jalur independen mengandalkan dukungan dari Teman Ahok. Keputusan ini diambil dengan alasan tak ingin mengecewakan Teman Ahok yang berupaya mengumpulkan 1 juta KTP. Per 29 Mei, KTP yang terkumpul mencapai 900.282. Ahok memilih Kepala Badan Pemeriksa Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Heru Budi Hartono sebagai bakal calon wakil gubernurnya. (sur)