"Presiden belum memutuskan. Diperpanjang atau diganti, semua berpulang pada presiden," ujar Budi di Gedung DPR, Jakarta, Senin (6/6).
Budi menuturkan, ia akan mendukung segala keputusan Jokowi terkait pemilihan Kapolri baru. Ia hanya tersenyum ketika dikonfirmasi tentang dukungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan kepadanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Benny juga menilai Budi memiliki kans besar untuk menggantikan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Sebab, Budi dinilai sudah tidak memiliki lagi masalah hukum.
Sementara itu, Anggota Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan Junimart Girsang berkata, partainya akan mengikuti mekanisme hukum sesuai dengan undang-undang. Dia juga menyerahkan kepada presiden dalam pemilihan pergantian Kapolri.
Junimart menganggap dua jenderal bintang tiga potensial menggantikan Badrodin, yakni Budi Gunawan dan Budi Waseso. Namun, dia menegaskan partainya belum memiliki dukungan tertentu terhadap satu calon.
"Kami tidak pernah mengatakan Budi Gunawan, sesuai dengan aturan saja, dan di sana diatur silakan presiden (memilih). Kami hanya menunggu saja," ujar Junimart.
Lihat juga:Mempertanyakan Nasib Sutarman |
Pramono berkata, ia mengetahui jumlah dan siapa-siapa saja yang dicalonkan Kompolnas. Namun ia enggan memaparkan data tersebut.
"Presiden sudah tahu. Kami juga tahu, tapi ini diskresi presiden. Nanti presiden yang akan memutuskan hal itu," ujar Pramono di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (6/6). (abm)