Dalam pertemuan tersebut, Siti bersama Duta Besar Cho membahas isu dan persoalan kehutanan yang terdapat di masing-masing negara khususnya persoalan degradasi, deforestasi, serta pengelolaan hutan secara lestari.
"Kami sangat menyambut baik kerjasama antar kedua negara ini melihat komitmen yang tinggi dari Indonesia terkait kebijakan perhutanan sosial dan perubahan iklim," ujar Siti melalui keterangan resminya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan itu, Duta Besar Cho menyampaikan harapannya kepada Indonesia untuk bisa segera menandatangani naskah perjanjian AFoCO pada acara ASEAN-Republic of Korea Commemorative Summit yang akan diselenggarakan pada tanggal 1-2 Agustus mendatang di Jeju Island, Korea Selatan.
"Korea Selatan memandang Indonesia sebagai mitra utama di ASEAN, diharapkan Indonesia dapat menandatangani naskah perjanjian AFoCO bulan Agustus nanti,"kata Cho.
Untuk diketahui, AFoCO merupakan perjanjian/komitmen dari negara-negara di Asia untuk meningkatkan kerjasama kehutanan di tingkat regional dalam suatu aksi nyata guna mengurangi degradasi dan deforestasi, mengelola hutan secara lestari dan menghadapi dampak perubahan iklim.
Sejauh ini, negara yang telah mendatangani perjanjian AFoCO adalah Korea Selatan pada Desember 2015 dan Timor Leste pada Juni 2016. Dalam waktu dekat Vietnam dan Bhutan juga akan melakukan penandatanganan naskah perjanjian AFoCO tersebut. (pit)