Sayangnya niat menggelar operasi militer terbentur pada perizinan. Pemerintah Filipina belum mengeluarkan izin bagi militer Indonesia untuk masuk ke wilayah mereka.
“Hambatannya perizinan saja. Kami terus berusaha (mendapatkan izin). Begitu diizinkan, kami masuk dan apapun akan kami lakukan untuk pembebasan. Apapun caranya,” tegas Gatot di Istana Negara, Jakarta, Senin (11/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mayoritas ABK Indonesia diculik dari kapal pembawa batu bara. Tujuh WNI yang disandera 20 Juni lalu misalnya diambil dari kapal yang tengah mengangkut batu bara dari Tagoloan Cagayan, Mindanao, menuju Samarinda, Kalimantan Timur.
Tujuh WNI yang diculik kelompok Abu Sayyaf pada 20 Juni itu, berdasarkan informasi terbaru Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, kini berada di Pulau Sulu, Filipina, dan dibagi menjadi dua kelompok dengan lokasi penyanderaan yang terus berpindah.
The Star melaporkan, berdasarkan keterangan Komisaris Polisi Sabah Abdul Rashid Harun, komplotan penculik memerintahkan semua orang di kapal untuk berkumpul di geladak dan mengeluarkan paspor. Tiga orang di antara mereka yang membawa paspor Indonesia langsung dibawa, sedangkan sisanya dibebaskan.