"Tujuan aksi besok sama, penjarakan Ahok. Aksi Bela Islam pertama, tahan Ahok. Aksi Bela Islam kedua, tahan Ahok. Aksi Bela Islam ketiga, tahan Ahok, kenapa? karena Ahok menistakan agama," kata Rizieq di kantor Bareskrim Polri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Rabu (23/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebutkan, dalam undang-undang itu jelas diatur bahwa negara, termasuk Presiden tidak boleh melarang unjuk rasa. Bahkan, menurutnya dalam pasal 18 ayat 1 dan 2 UU tersebut menyatakan barang siapa menghalangi atau mengadang unjuk rasa maka bisa dipidana satu tahun penjara.
Lebih lanjut, Rizieq mengklaim rencana demonstrasi 2 November mendatang adalah aksi konstitusional yang bertujuan untuk penegakan hukum di Indonesia. Dengan demikian dia meminta agar Presiden dan seluruh elemen masyarakat menghargai aksi yang menurutnya berlandaskan konstitusi tersebut.
"Aksi besok (212) itu dilindungi undang-undang, aksi konstitusi, jadi hargai ya," katanya. (obs)