Polisi Ingin Eko Patrio Jelaskan Pernyataannya di Media

Rudi Saputra , CNN Indonesia | Kamis, 15/12/2016 17:10 WIB
Polisi Ingin Eko Patrio Jelaskan Pernyataannya di Media
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus Partai Amanat Nasional Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio dipanggil penyidik Badan Reserse dan Kriminal Polri. Eko akan dimintai keterangan terkait pernyataannya yang dinilai tidak sesuai.

Surat panggilan sudah dilayangkan penyidik sejak kemarin untuk pemeriksaan hari ini (15/12).
"Kami klarifikasi dari ucapan yang disampaikan," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigadir Jenderal Agus Andriyanto tanpa menyebut detail pernyataan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PAN DKI Jakarta itu.

Penyataan Eko tersebut diduga terkait ucapannya di media massa tentang penanganan kasus terorisme di Bekasi, sabtu (10/12) lalu.

Dalam surat penggilan yang beredar, Eko dipanggil terkait kasus kejahatan terhadap penguasa umum dan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Dalam surat tersebut, Eko dilaporkan oleh seseorang bernama Sofyan Armawan.
Sementara itu Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, ada beberapa pihak yang mungkin menyampaikan penanganan kasus teror di Bekasi adalah pengalihan isu.

"Ini (pemanggilan) adalah bagian dari klarifikasi kami," kata Boy.

Mantan Kapolda Banten ini menegaskan tidak ada niat polisi mengalihkan isu apapun dengan pengungkapan kasus teror itu.

Kejadian di Bekasi, kata Boy, didasarkan pada fakta bahwa ada dugaan pelanggaran hukum yang mengancam keselamatan warga dan mengganggu situasi yang damai. "Bagian kejahatan global yang nyata terjadi di masyarakat," katanya.

Boy mengimbau masyarakat tak terkecoh dan percaya bahwa ada pengalihan isu. Sudah jelas bahwa ancaman ISIS nyata terjadi dan berpengaruh signifikan pada tatanan kemanan dunia termasuk Indonesia.

"Kami ingin ingatkan, apa yang terjadi merupakan kerja keras intelijen Polri,kegiatan bersifat mencegah. Bom bukan rekayasa tapi mereka buat sebagai kejahatan secara global," kata Boy.