Surat tersebut berisi imbauan agar pengusaha tidak memaksakan pengenaan atribut keagamaan kepada pegawai nonmuslim.
"Sesuai perintah Kapolri, surat imbauan kamtibmas tersebut ditarik dan sudah dilakukan penarikan," kata Umar saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (20/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Umar melanjutkan, saat ini surat imbauan kamtibmas tersebut sudah tidak berlaku. Umar juga tak mengeluarkan imbauan baru karena belum mendapat perintah lanjutan.
"Surat imbauan kamtibmas dianggap tidak berlaku. Belum ada perintah untuk itu (imbauan pengganti)," katanya.
Selain Polres Metro Bekasi, Tito juga menegur Polres Kulon Progo, Yogyakarta karena mengeluarkan surat imbauan serupa.
Dalam surat bernomor B/4240/XII/2016/Resort Bekasi Kota tanggal 15 Desember 2016, Polres Metro Bekasi meminta pimpinan perusahaan untuk bisa menjamin hak beragama umat muslim dalam menjalankan agama sesuai keyakinannya saat peringatan hari Natal 25 Desember 2016 dan Tahun Baru 2017.
Polisi juga mengimbau agar pengusaha tidak memaksakan kehendak untuk menggunakan atribut keagamaan nonmuslim kepada pegawai muslim. Imbauan tersebut untuk mencegah timbulnya gangguan kamtibmas.
Secara umum, polisi juga meminta perusahaan menjamin hak beragama umat Hindu, Budha, Konghucu serta keyakinan lain dalam menjalankan agama sesuai keyakinannya. (rel/gil)