Pelaku yang bernama Ridwan Sitorus alias Ius Pane yang memberikan aba-aba untuk meninggalkan rumah korban.
“Ius Pane bilang 'kita sudah selesai yuk kita pulang'. Dia bilang itu setelah semua korban masuk kamar mandi. Di situ kami sempat tidak tahu kalau Ius Pane juga beri komando setelah Ramlan," tutur Kepala Polres Jakarta Timur Komisaris Besar M Agung Budijono di lokasi perampokan Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (6/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Agung menuturkan, adegan dalam prarekonstruksi ini meliputi kedatangan pelaku yang mengendarai mobil Suzuki Ertiga warna putih, penyekapan beberapa korban di kamar mandi berukuran 2 meter kali 1 meter.
Dalam reka adegan tersebut, ternyata salah satu tersangka yang telah ditembak mati polisi, Ramlan, sempat membukakan pintu gerbang bagi Dodi. Saat turun dari mobil, Ramlan dan Erwin langsung menodong Dodi dengan senjata api. Ramlan kemudian meminta Dodi masuk ke kamar mandi bersama korban lainnya.
"Dompet sempat diambil kemudian pelaku meminta Dodi masuk ke kamar mandi," kata Agung.
Menurut Agung, para pelaku tak mengetahui bahwa Dodi akan datang belakangan. Ia memastikan, kelompok perampok ini dalam melakukan aksinya, selalu menyekap korban agar lebih leluasa mengambil barang.
"Tidak ada niatan lain. Baru kali ini mereka merampok sampai ada korban yang meninggal, sebelumnya tidak ada (yang meninggal)," ucap Agung.
Saat keluar rumah, Ius Pane sempat mengecek ke dalam mobil Honda Jazz yang ditumpangi Dodi. Namun tak ada barang apapun yang diambil.
Kasus perampokan ini menewaskan enam orang, yaitu pemilik rumah Dodi Triono (59), dua anak Dodi bernama Diona Arika (16) dan Dianita Gemma Dzalfayla (9), Amel (teman Gemm), serta Yanto dan Tasrok (40) yang merupakan sopir keluarga. Sedangkan, korban yang selamat adalah anak Dodi bernama Zanette Kslila Azaria (13), Emi (41), Santi (22), dan dua orang pekerja rumah tangga Fitriani, dan Windy. (yul)