Tak hanya BLBI, Rizal menyinggung peran elite dalam dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP yang disinyalir merugikan negara Rp2,3 triliun.
"Seperti teman-teman ketahui, kasus e-KTP dan kasus BLBI ini pelakunya elit semua," kata Rizal sebelum masuk ke ruang pemeriksaan Gedung KPK, Jakarta, Selasa (2/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KPK menetapkan Syafruddin Arsyad Temenggung, selaku Kepala BPPN ketika menerbitkan SKL ke Sjamsul Nursalim, sebagai tersangka. Tindakan yang dilakukan Syafruddin dianggap KPK telah merugikan negara hingga Rp3,7 triliun.
Rizal yang juga mantan Ketua Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) itu meminta kasus mega skandal SKL BLBI itu tak ditukar guling dengan kasus lainnya. Dia percaya Ketua KPK, Agus Rahardjo bakal mengusut tuntas kasus penerbitan SKL BLBI di era Megawati itu.
"Kami berharap dan kami percaya Ketua KPK tdak akan melakukan tukar guling soal ini," tuturnya.
Rizal menuturkan, jauh sebelum kasus ini ditangani KPK, dirinya kerap berdiskusi dengan mantan Jaksa Agung Baharuddin Lopa terkait dengan kebijakan BLBI yang dilakukan Presiden Soeharto. Menurut Rizal, dirinya dengan Lopa berdiskusi apakah kebijakan BLBI salah pada tingkat kebijakan atau pelaksanaannya.
Pria yang dikenal dengan 'Rajawali Ngepret' itu menjadi menteri di era Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Namun, setelah Gus Dur lengser digantikan Megawati, Rizal pun ikut diganti sebagai menteri.
Selain Rizal, penyidik KPK juga telah melayangkan panggilan untuk pengusaha Artalyta Suryani alias Ayin, Selasa (25/4). Namun, terpidana suap kepada mantan jaksa Urip Tri Gunawan itu tak memenuhi panggilan penyidik KPK.
Sementara itu, pada Kamis (20/4), Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri era Presiden Megawati Soekarnoputri, Kwik Kian Gie telah diperiksa. Usai diperiksa, Kwik mengatakan dirinya diperiksa terkait kasus penerbitan SKL BLBI untuk BDNI.
KPK juga sudah meminta Sjamsul Nursalim untuk pulang ke Indonesia agar bisa memberikan penjelasan mengenai penerbitan SKL BLBI untuk dirinya itu. Sjamsul Nursalim, yang juga pemilik PT Gajah Tunggal Tbk itu diketahui tinggal di Singapura sejak beberapa tahun lalu.