Polisi Usut Penyebar Foto Telanjang Pelaku Pesta Gay

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Selasa, 23/05/2017 20:17 WIB
Polisi Usut Penyebar Foto Telanjang Pelaku Pesta Gay Polisi akan mengusut penyebar foto telanjang peserta pesta gay di Jakarta Utara. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian akan mengusut pihak yang sengaja menyebarkan foto telanjang sejumlah orang yang diduga pelaku pesta gay saat penggerebekan di Atlantis Gym & Sauna di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Ahad kemarin.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian, mengatakan, tim gabungan dari satuan Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri dan Polda Metro Jaya  akan memeriksa sejumlah pihak yang berada dalam penggerebekan tersebut.

"Kami akan cek yang mengeluarkan itu apakah wartawan, pengelola, pengunjung atau petugas yang ikut penggerebekan. Kalau dari petugas seyogyanya tidak etis, kami dalami dulu siapa yang mengeluarkan gambar ini," kata Tito dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Selasa (23/5).
Koalisi Advokasi untuk Tindak Kekerasan terhadap Kelompok Minoritas Identitas dan Seksual  sebelumnya mengecam tindakan kepolisian yang disebut telah memotret dan menyebarkan foto korban dalam kondisi tanpa busana. Tindakan tersebut, menurut Koalisi Advokasi, telah menurunkan derajat kemanusiaan para korban. 


Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa juga mengkritik peredaran foto telanjang yang telah viral di media sosial tersebut. Hal itu menurutnya menjadi tanda tanya besar.

"Apakah ini mainan untuk mengalihkan isu, apakah kesalahan anggota atau anggota dipakai oleh pihak yang ingin merugikan institusi kepolisian. Ini yang dilihat dari kasus kemarin," kata Desmond dalam rapat.

Usai rapat, Kapolda Metro Jaya Mohammad Iriawan menyatakan, akan mengusut pihak yang menyebarkan foto tersebut. Dia pun mengklaim bahwa beredarnya foto tersebut bukan berasal dari pihak Kepolisian.
"Karena waktu penggerebekan ternyata ada orang lain di luar polisi. Artinya ada di luar kepolisian. Saya sudah perintahkan Propam untuk mendalami ," ujar Iriawan.

Di sisi lain, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto menyayangkan keikutsertaan awak media dalam operasi Kepolisian. Sebab, dengan kasus ini tersebarnya foto akan menimbulkan saling tuduh.

Meski demikian, Setyo belum dapat memastikan pihak yang menyebar foto tersebut. "Jadi kita belum bisa pastikan apakah dari Polri, atau dari wartawan yang ikut. Laporan dari penyidiknya, ada beberapa wartawan yang ikut. Ya memang tidak elok ya melihat orang-orang begitu. Harusnya kan diblur," kata Setyo.