Mereka adalah Jajang Iqin Sodikin alias Abu Rifan alias Abu Raisa (37), Waris Suyitno alias Mas Suyit alias Wijaya (37), Asep Sofyan alias Abu Dafa (37), Rohim alias Bontot bin Marta, (37/almarhum), Agus Suryana alias Abu Cahaya alias Abu Dablong, Heri Sundana alias Abu Maryam alias Fajar Terbit alias Heri alias Ayah Maryam (37), Kiki Muhammad Iqbal alias Iqbal alias Abu Syamil alias Abu Nabila (38), Muslih Afifi Affandi alias Abu Neil (43), dan Wachidun Triyono alias Abu Faqih alias Wahid (33).
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto membeberkan peran masing-masing tersangka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, Rohim berperan membawa motor ke rumah Ilyas. Sedangkan Agus, merupakan orang yang ditemui Ahmad Sukri, sehari sebelum beraksi di Kampung Melayu dan menyerahkan motor.
"Mereka ditangkap di berbagai daerah di Jawa Barat dan Jakarta. Kami mencegah Ramadan terjadi hal yang tidak diinginkan," kata Setyo di Mabes Polri, Kamis (22/6).
Mereka juga diduga kuat berkomunikasi dengan dua pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu, Ichwan Nurul Salam dan Ahmad Sukri.
Selain kesembilan orang itu, Densus 88 sempat menangkap lima nama lainnya dengan inisial BF alias Ilyas (23), M (29), HH (38), MRA alias Kibe (31), serta FS alias Abu Sabit alias Herman (30).
Polisi membebaskan kelimanya karena tidak ditemukan dugaan keterlibatan dalam proses pemeriksaan.
"Terkait bom Kampung Melayu ada 14 orang, lima orang dilepaskan karena tidak terbukti terlibat," ujar Setyo.