Ayu, jemaah umrah dari Tangerang, mengisahkan pernah menerima batik dari pihak First Travel. Pemberian itu dia terima setelah First Travel mengabari jadwal berangkat yang diundurkan.
"Lalu sebulan sebelum hari H saya dikasih koper," ujar Ayu dalam sebuah diskusi di bilangan Cikini, Sabtu (12/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ayu pertama kali dijanjikan berangkat ke Tanah Suci pada Januari 2016. Namun janji itu diingkari dengan alasan kuota penuh.
"Sudah batal berangkat lebih dari tiga kali," imbuhnya.
"Saya sudah ribut ke Kementerian Agama soal travel yang pakai pola ini dari dulu," kata Sodik.
Penelantaran Jemaah
Menurut Sodik, modus pengumpulan semacam ini hanya berujung penelantaran jemaah. Padahal sebelum terjadi penelantaran, modus seperti itu sudah bisa dikategorikan pelanggaran.
Pada kasus ini, Sodik berharap Kemenag bisa berbuat lebih banyak terkait dengan kasus macam yang terjadi pada First Travel. Ia agak kecewa dengan keputusan Kemenag yang terlambat sehingga jemaah yang gagal berangkat begitu banyak. (asa)