KPK Tegaskan Kasus RS Sumber Waras Era Ahok Jalan Terus

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Selasa, 12/09/2017 15:08 WIB
KPK Tegaskan Kasus RS Sumber Waras Era Ahok Jalan Terus KPK masih melakukan penyelidikan dugaan korupsi pembangunan RS Sumber Waras. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan kasus dugaan korupsi pembangunan RS Sumber Waras, Grogol, Jakarta Barat, masih dalam proses penyelidikan. Kasus dugaan korupsi pembangunan RS Sumber Waras muncul saat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Hal itu disampaikan untuk menjawab pertanyaan Ketua Komisi III Bambang Soesatyo perihal kelanjutan kasus tersebut. 

"Kasus Sumber Waras, nah ini gimana? Proses jalan atau masuk laci?" ujar Bambang dalam rapat dengar pendapat (RDP) lanjutan dengan KPK di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (12/9).
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, kasus tersebut sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan KPK belum punya cukup bukti untuk menentukan siapa pihak yang diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi tersebut.


"Itu sudah sampai tahap penyelidikan untuk perkara Sumber Waras," ujar Alexander.

Ia lantas membeberkan, KPK telah meneliti hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan memeriksa sejumlah pihak untuk mengetahui proyek tersebut.
Namun, pada proses ekspose yang dilakukan, penyidik dan penuntut KPK menyatakan bukti kasus dugaan korupsi tersebut belum lengkap.

"Makanya kami memutuskan untuk didalami lebih lanjut," ujarnya.

Sebelumnya, BPK DKI menyebutkan pembelian lahan Sumber Waras merugikan negara hingga Rp191 miliar. 

Dalam perkembangannya, ada perubahan nilai kerugian setelah BPK melakukan audit investigasi. Kerugian berkurang menjadi Rp173 miliar.
Kerugian terjadi karena ada perbedaan nilai jual objek pajak tanah (NJOP). BPK menilai NJOP yang ada di Jalan Tomang Utara, sedangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilainya di Jalan Kyai Tapa.

Pemprov DKI Jakarta membeli lahan milik Yayasan Kesehatan Sumber Waras sekitar Rp800 miliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan 2014.

Saat ini, pembangunan RS Sumber Waras yang rencananya akan menjadi rumah sakit khusus kanker dan jantung ini, terhenti karena ada dugaan korupsi.