Jakarta Paling Tinggi Alami Kasus Kebakaran

Mesha Mediani , CNN Indonesia | Sabtu, 23/09/2017 05:40 WIB
Jakarta Paling Tinggi Alami Kasus Kebakaran Kasus kebakaran di Ibukota dari Januari hingga Agustus 2017 mencapai 496 kali dengan korban jiwa 33 orang meninggal dunia. (REUTERS/Eddie Keogh)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peristiwa kebakaran di Jakarta tergolong paling tinggi bila dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia.

Tercatat, kasus kebakaran di Ibukota dari Januari hingga Agustus 2017 mencapai 496 kali dengan korban jiwa 33 orang meninggal dunia, 66 orang luka, dan 1.017 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal.

Demikian disampaikan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di sela-sela peresmian penempatan markas pemadam kebakaran di Kantor Badan Intilejen Negara (BIN), Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (22/9).

"Berarti, rata-rata setiap hari itu dua titik (kebakaran). Oleh sebab itu, kami sebar kendaraan damkar (pemadam kebakaran) kita, sampai saat ini ada di 108 titik," kata Djarot.

Djarot menambahkan, kasus terbanyak terjadi di daerah pemukiman padat penduduk dan pemukiman ilegal dengan penyebab utamanya diduga dari hubungan pendek arus listrik.

Selain itu, kebakaran juga terjadi di gedung-gedung perkantoran akibat masih ada pengelola gedung yang belum melengkapi bangunannya dengan sarana sistem proteksi kebakaran.

Djarot menyebut, Pemprov DKI melalui Dinas Pemadam Kebakaran juga menyediakan alat untuk pemadam ringan di beberapa lingkungan pemukiman legal, namun tidak untuk pemukiman liar seperti yang ada di bantaran sungai, kolong jembatan, maupun pinggiran rel.

"Pemukiman dalam bentuk bedeng-bedeng, enggak mungkin. Kalau kami masuk ke situ, berarti kami melegalisasi pemukiman itu," ujarnya.

Ia meminta kepada petugas pemadam kebakaran untuk lebih sigap mempercepat penanggulangan kebakaran, sekaligus mampu mengedukasi masyarakat sekitar tentang pentingnya keselamatan.

Termasuk peran aktif warga untuk tertib memeriksa sambungan listrik bangunannya secara berkala juga dibutuhkan.

Adapun selama September 2017, terdapat kasus kebakaran yang terjadi di beberapa lokasi. Di antaranya terjadi di pabrik roti dan toko percetakan di Cawang, perumahan Meruya, perumahan Kalibata, hingga kebakaran di belakang Hotel Alexis, Ancol. Rata-rata kebakaran disebabkan korsleting listrik.