Kejagung Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Swakelola Banjir

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Rabu, 01/11/2017 00:02 WIB
Lima orang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan penyalahgunaan dana kegiatan swakelola banjir di Jakarta Utara. Ilustrasi Gedung Kejaksaan Agung. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan dana kegiatan swakelola banjir di Jakarta Utara tahun anggaran 2013-2014.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Muhammad Rum merinci lima tersangka tersebut, Selasa (31/10). Kelimanya adalah mantan Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Utara 2013 bernisial JS, mantan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Sudin PU Tata Air Jakarta Utara 2013 berinisial SR, dan pensiunan Pegawai Negeri Sipil Dinas Tata Air Provinsi DKI Jakarta bernisial SK.

Kemudian, mantan Kepala Sudin PU Tata Air Jakarta Utara periode Juni 2013 – Desember 2014 berinisial W serta mantan Kepala Sudin PU Tata Air Jakarta Utara periode Januari 2013 – 17 April 2013 berinisial SH.



"Penyidik telah menetapkan lima tersangka dalam kasus itu," kata Rum dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (31/10).

Penyalahgunaan dana kegiatan swakelola berupa refungsionalisasi sungai dan waduk, pengerukan, perbaikan saluran penghubung, pembersihan saluran submakro, pemeliharaan infrastruktur drainase saluran mikro dan submikro pada Sudin PU Tata Air Jakarta Utara bersumber dari APBD dan APBD Perubahan 2013 dan 2014 sebesar Rp116,3 miliar.

Menurut Rum, pelaksanaan kegiatan tidak sesuai dengan pertanggungjawaban laporan kegiatan maupun laporan keuangan.

"Terdapat pemotongan uang pencairan anggaran kegiatan swakelola, pemalsuan-pemalsuan dokumen di dalam laporan yang seolah-olah telah dilaksanakan seluruhnya sesuai dengan anggaran yang dicairkan," tuturnya.

Rum menambahkan, penetapan tersangka ini dilakukan setelah penyidik Jampidsus mememeriksa sebanyak 26 orang saksi.

TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK