"Kita harus bisa pikirkan bagaimana orang bekerja dan penciptaan lapangan kerja. Bagaimana TOD ini bisa creating quality jobs, PKL liar itu bisa ditata dengan baik," kata Sandi saat membuka focus group discussion (FGD) TOD di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (14/11).
Dalam FGD itu hadir beberapa jajaran BUMD antara lain PT Transjakarta dan PT Mass Rapid Transit (MRT), serta beberapa kalangan akademisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari situs smartcity.jakarta.go.id, konsep pemabungan berkonsep TOD itu berfokus pada pembangunan di sekitar layanan transportasi publik. Pembangunan berbasis TOD harus memastikan akses yang mudah ke transportasi umum.
Sandiaga berharap dari diskusi grup tersebut bisa didapatkan gagasan untuk mendorong warga DKI Jakarta beraktivitas dengan memanfaatkan transportasi publik, bukan kendaraan pribadi.
"Sehingga, harga bahan pokok yang ada di ibu kota itu mencerminkan sebuah affordability atau keterjangkauan warga Jakarta," kata Sandi.
Eks pemimpin Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) itu juga berharap TOD mampu menghidupkan pasar tradisional.
"Jangan kita hanya mikirin yang kelas menengah ke atas. Pasar tradisional bisa terakomodir (TOD)," kata Sandi.
Lihat juga:e-BPKB Diharapkan Pangkas Pungli |
Selain itu, Sandi menginstruksikan agar pada FGD itu dirumuskan pengembangan kawasan yang menjadi titik-titik sejarah di Jakarta.
"TOD misalnya memikirkan pelaku UMKM dapat tertata, atau terkoneksi dengan sekolah maupun titik-titik bersejarah di Jakarta. Kita bisa bangun konektivitas karena pariwisata akan jadi sumber dari penciptaan lapangan kerja yang baik bagi warga Jakarta," kata Sandi.
Berdasarkan keterangan dari Jakarta Smart City, penerapan TOD akan mulai dilakukan di Dukuh Atas. Menurut perencanaan pembangunannya, lokasi tersebut akan menjadi tempat integrasi berbagai macam transportasi umum seperti Commuter Line, Transjakarta, MRT, serta kereta bandara. (kid)