Jumlah itu semakin membuka peluang Golkar menggelar Munaslub untuk memilih Ketum baru pengganti Setya Novanto.
"Saya belum tahu (jumlah pasti), tapi menurut informasi yang saya dapatkan sudah sangat banyak. Sudah mendekati (2/3 DPP)," ujar Ace di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (28/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas dasar itu, maka desakan Munaslub dari sejumlah DPD harus dilaksanakan DPP jika sudah memenuhi syarat AD/ART.
Dalam keputusan itu, Munaslub diselenggarakan DPP Golkar. Munaslub juga memiliki kekuasaan dan wewenang yang sama dengan Munas.
Lebih lanjut, Ace berkata desakan Munaslub merupakan upaya menyelamatkan partai yang kini dirundung masalah besar menyusul ditahannya Ketua Umum Golkar Setya Novanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
Setnov ditahan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP.
Bahkan, Ace berharap, Munaslub bisa dilaksanakan pada pertengahan Desember 2017 agar Golkar benar-benar siap bertarung dalam seluruh agenda politik ke depan.
"Kami berharap sebelum baru (2018), artinya pertengahan Desember paling maksimal harus digelar. Karena menyangkut agenda politik yang lebih penting," ujarnya.
Calon Ketum Golkar
Ace belum mengetahui siapa kader Golkar yang akan maju sebagai calon ketua umum jika Munaslub jadi digelar. Ia pun tidak mempermasalahkan seandainya banyak kader yang ingin menjadi pengganti Setnov.
Beberapa nama yang santer bakal maju sebagai calon ketua umum dalam Munaslub, di antaranya Airlangga Hartarto, Idrus Marham, dan Azis Syamsuddin. Sosok lain yang dikabarkan layak menjadi Ketum yakni Priyo Budi Santoso.
"Semakin banyak calon semakin bagus. Di situlah letak keunggulan dari Golkar sebagai partai yang mengedepankan proses demokrasi," ujar Ace.
Lihat juga:Airlangga Dianggap Bisa Selamatkan Golkar |
"Aklamasi lebih bagus. Tapi tetap harus diberi ruang bagi proses demokrasi di mana kader-kader yang berkualitas dimungkinkan untuk maju sebagai calon Ketum," ujarnya. (wis/djm)