Polisi Akan Periksa Izin Senjata Api Pengacara Setnov

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Kamis, 30/11/2017 23:55 WIB
Polisi Akan Periksa Izin Senjata Api Pengacara Setnov Akibat sesumbar soal tembak-menembak dan izin yang dimilikinya, pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi akan diperiksa polisi soal kepemilikan senjata api. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gara-gara jawabannya soal kepemilikan senjata kala menjadi narasumber, advokat Fredrich Yunadi pun menggelitik otoritas.

Setelah otoritas Ditjen Pajak menyatakan akan memeriksa soal kepemilikan harta dan kewajiban sang pengacara, kini giliran polisi yang akan memeriksanya.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) akan memanggil pria yang kini menjadi pengacara Ketua DPR Setya Novanto, untuk dimintai keterangan terkait kepemilikan senjata api.


“Kemarin (informasinya akan dipanggil) dari Baintelkam. Informasinya seperti itu," ujar Setyo kepada wartawan di salah satu hotel di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (30/11).


Saat menjadi narasumber dalam perbincangan bersama Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz dalam akun milik mantan presenter televisi, Najwa Shihab, Fredrich mengaku tak akan ragu menembak pihak yang mengancam dirinya.

“Saya nggak pernah takut sama siapa pun. Saya di tengah jalan, saya tembak langsung orangnya. Saya enggak ragu-ragu kok. Saya kan punya izin,” tutur Fredrich di akun Najwa tersebut.

Sementara itu, terkait pernyataan Fredrich yang bernuansa ancaman, Setyo menilai, tidak jelas. Menurutnya, tidak ada korban atau pihak yang diancam dalam pernyataan Fredrich tersebut.

“Mau nembak orang yang diancam siapa? Korbannya siapa harus ada. Kalau saya mau menembak A, si A ya lapor. Tapi saya mau menembak tapi nggak tahu siapa yang mau tembak kan nggak bisa,” kata Setyo.

Setyo pun mengaku belum mengetahui secara pasti jadwal Baintelkam Polri akan meminta keterangan terhadap Fredrich. Dia menuturkan, akan mengecek hal itu lebih dahulu.

Sebelumnya, dalam akun Najwa, Fredrich mengatakan dirinya hanya bertugas untuk membela klien yakni Setnov. Lalu ia meminta ICW untuk tidak mencari masalah dengan mengorek-korek harta kekayaan kliennya.

“ICW kalau mau kritik, tetapi anda bukan menggali, membuat suatu masalah. Jadi seolah-olah anda ini, kita tanya orang banyak sekali, ICW ini siapa, tujuannya apa,” katanya.


Donal pun menanggapi dengan mengatakan sebagai seorang petarung, Fredrich seharusnya tidak ragu.

Fredrich kemudian menjawab kepada Donal bahwa dirinya tidak takut dengan manuver lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mengorek-korek harta kekayaan kliennya.

Ia pun menegaskan tidak ragu untuk menembak orang yang mengancamnya di tengah jalan.

“Saya nggak pernah takut sama siapa pun. Saya di tengah jalan, saya tembak langsung orangnya. Saya enggak ragu-ragu kok. Saya kan punya izin,” tutur Fredrich. (kid/kid)