"Saya jauh-jauh datang ke KPK untuk membuat atau meminta bantuan, pendampingan dalam hal, apalagi sekarang anggaran APBD 2018 ini [dibahas] eksekutif dan legislatif. Karena itu tentu yang memutuskan itu bersama," kata dia di gedung KPK, Jakarta, Jumat (22/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abdul Ghani khawatir, ada anggota DPRD Maluku Utara maupun jajarannya di Pemerintah Provinsi Maluku Utara 'bermain' dalam pembahasan APBD 2018 yang sampai hari ini belum disahkan.
"Karena itu saya lebih baik sebelum terjadi, sudah ada pendampingan, itu yang kita harapkan," imbuh dia.
Sementara itu, Pahala Nainggolan menyatakan, kedatangan Abdul Ghani merupakan inisiatif dirinya sendiri. Dia memastikan, KPK akan ikut mengawal pembahasan APBD Maluku Utara 2018 sampai nantinya disahkan.
"Kita akan datang ke sana karena beliau ingin kita dampingi sehubungan dengan aspirasi dari beberapa anggota dewan," kata dia.
Pahala mengingatkan, dalam penyusunan anggaran daerah, para anggota dewan harus mendengarkan aspirasi sesuai prosedur yang ada dan tak boleh menitipkan suatu proyek atau menunjuk nama kontraktor tertentu.
"Jadi secara spesifik kita akan dampingi Provinsi Malut untuk menyampaikan APBD-nya tepat waktu dan isinya sesuai dengan aspirasi masyarakat, plus tidak ada sandera-sanderaan nanti di belakang," tuturnya.