"Belum, belum, belum, belum. Masih dilakukan komunikasi politik," kata Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid saat dihubungi, Jumat (29/12).
Menurut Nurdin, saat ini partai tengah menugaskan Dedi yang sudah diberi rekomendasi sebagai bakal calon gubernur atau wakil gubernur, untuk menjalin komunikasi intensif dengan dua partai politik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Nurdin tidak mempersoalkan jika saat ini Dedi Mulyadi sudah memiliki kecocokan dan terlihat 'mesra' dengan Deddy Mizwar.
Lihat juga:Golkar Perintahkan Dedi Mulyadi Lobi PDIP |
Wakil Ketua Umum Demokrat Syarif Hasan menilai, Deddy memiliki elektabilitas lebih tinggi ketimbang Dedi Mulyadi.
Di sisi lain, PDIP bakal menutup kemungkinan untuk berkoalisi dengan Golkar dan Demokrat jika duet Dedi Mulyadi dan Deddy Mizwar diresmikan.
Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Eriko Sotarduga mengatakan, belum ada komunikasi lagi yang dijalin dengan Golkar, meski sebelumnya sudah intensif terutama di tingkat pengurus daerah.
Golkar harus berkoalisi dengan partai lain untuk bisa mengajukan calon di Pilgub Jawa Barat.
Saat ini Golkar hanya memiliki 17 kursi di DPRD Jawa Barat, sementara syarat untuk mengajukan cbagi setiap partai atau gabungan partai, setidaknya harus menguasai 20 kursi atau 20 persen dari total kursi DPRD. (wis/ugo)