Pengakuan Mahasiswa Palembang Usai Selasar BEI Roboh

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 15/01/2018 21:20 WIB
Pengakuan Mahasiswa Palembang Usai Selasar BEI Roboh Salah satu korban selasar BEI roboh, mahasiswa UBD Palembang, Ayu Rika Rahmawati mengungkapkan, beberapa bagian wajahnya luka robek dan harus dijahit. (REUTERS/Darren Whiteside)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dari 93 mahasiswa Universitas Bina Darma (UBD) Palembang, sekitar 58 mahasiswa dan dosen menjadi korban ambruknya selaras Bursa Efek Indonesia (BEI).

Beberapa mahasiswa Palembang sempat mengabarkan para keluarga dan kerabatnya perihal insiden yang mereka alami. Salah satunya mahasiswa UBD Palembang, Ayu Rika Rahmawati. Ia menghubungi tantenya, Ida, usai dievakuasi ke Rumah Sakit Jakarta.

“Dia menelepon saya sambil nangis-nangis. Katanya, dia menjadi salah satu korban ambruknya selasar BEI siang ini,” ujar Ida, kepada CNN Indonesia, Senin (15/1).


Dari pembicaraan jarak jauh tersebut, Ayu menceritakan, kondisinya saat ini sudah dirawat di ruangan khusus RS Jakarta. Beberapa bagian wajahnya pun mengalami luka robek dan harus dijahit.

Selain itu, semua barang yang dibawa Ayu ke dalam gedung BEI di Lantai 1 Tower II Jalan Jenderal Sudirman Jakarta ini hilang semua.

“Tas Ayu tidak tahu tercecer di mana usai kejadian itu. Ada uang dan dompet di dalam tas itu. Untung dia masih memegang telepon genggam, jadi bisa langsung menghubungi kami,” katanya.

Saat kejadian, Ayu merasakan kesakitan di sekujur tubuhnya. Bahkan mahasiswa Fakultas Ekonomi Semester V ini tidak melihat teman-teman kampusnya yang lain.

“Saya tadi sudah ke kampus dan mencaritahu kronologinya seperti apa. Saya berharap pihak kampus bisa membawa Ayu kembali ke Palembang sesegera mungkin. Kami mungkin tidak bisa ke Jakarta,” ungkapnya.

Mustika Wulandari, mahasiswa UBD Palembang yang menjadi salah satu korban ambruknya selasar BEI juga sempat menghubungi keluarganya. Mahasiswa Jurusan Managemen Semester V ini juga sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Jakarta.

Menurut Edi Sutan, paman Mustika Wulandari, mereka belum tahu bagaimana kondisi sebenarnya, karena saat ini keponakannya tersebut sulit dihubungi.

“Sepertinya Mustika sedang beristirahat, jadi telepon genggamnya dimatikan. Kita juga masih berusaha menghubungi dia,” ujarnya.

Pihak kampus UBD Palembang sudah menghubungi layanan center RS Jakarta untuk mencari informasi terkait korban ambruknya selasar BEI. Namun, telepon RS Jakarta tidak aktif.

Dosen kampus UBD Palembang pun diutus ke Jakarta guna mendapatkan informasi terkini terkait insiden tersebut.

“Besok kemungkinan kita akan berangkat ke Jakarta untuk melihat Mustika. Langsung ke RS Jakarta, nanti akan kami tanyakan data pasien ke pusat informasi rumah sakit,” ujarnya.

[Gambas:Video CNN] (REF/djm)