Polisi Sebut Pemeriksaan Terhadap Sandiaga Belum Berhenti

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Jumat, 19/01/2018 00:47 WIB
Polisi Sebut Pemeriksaan Terhadap Sandiaga Belum Berhenti Pemeriksaan terhadap Sandiaga yang dilakukan pada Kamis (18/1) harus ditunda karena Wagub DKI itu ada agenda lain. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pihaknya masih akan melanjutkan pemeriksaan terhadap Sandiaga Uno terkait kasus dugaan penggelapan tanah. Pemeriksaan terhadap Wakil Gubernur DKI Jakarta yang dilakukan Kamis (18/1) itu terpaksa harus ditunda lantaran jadwal kegiatan yang harus diikuti oleh Sandiaga.

"Penyidik akan mempelajari hasil pemeriksaan hari ini. Nanti akan kita lakukan sesuai agenda dari penyidik, nanti kapan akan kita jadwalkan," ujarnya di Mapolda Metro Jaya.

Argo menjelaskan, pemeriksaan terhadap Sandiaga karena dia merupakan pihak yang dilaporkan oleh Fransiska Kumalawati Susilo. Selain itu Sandiaga juga merupakan Komisaris Utama dan pemilik 40 persen saham di PT Japirex tersebut. Namun hingga kini Sandiaga masih berstatus sebagai saksi.


Dalam pemeriksaan itu, Argo mengatakan, Sandiaga ditanyakan terkait sebidang tanah yang dipersoalkan dan hasil penjualan tanah yang disimpan di rekening Andreas Tjahjadi yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Tanah seluas 3000 meter persegi itu diketahui milik seorang bernama Djonny Hidayat yang juga bekerja di PT Japirex. Namun dalam proses tersebut sertifikat tanah justru dibalik nama tanpa adanya AJB.

Argo mengatakan, Sandiaga mengetahui penyimpanan hasil penjualan tanah yang berada di dalam rekening Andreas.

"Berkaitan dengan tanah kami tanyakan, kemudian juga berkaitan dengan hasil penjualan yang disimpan di bank, kemudian setelah disimpan di bank (uang itu) diambil lagi, lalu dimasukkan lagi ke dalam bank dan diambil lagi kemudian masuk ke satu bank atas nama Andreas Tjahjadi, itu semua sepengetahuan saksi," kata Argo.


Saat ditanya soal dugaan tindak pidana penggelapan yang membuat Andreas sebagai tersangka, Argo mengatakan, hal itu berkaitan dengan hasil penjualan tanah yang disimpan Andreas.

"Menjual tanah orang kemudian uangnya disimpan sendiri bagaimana?" tutur Argo.

Sandiaga dan Andreas diketahui telah dilaporkan sebanyak tiga kali terkait sebidang tanah di Curug, Tangerang. Ketiga laporan itu dilakukan oleh Fransiska sebagai kuasa dari Djonny Hidayat.


Laporan pertama kali dilayangkan pada 8 Maret 2017 dengan tuduhan penggelapan. Laporan itu diterima dengan LP/1151/III/2017/PMJ/Dit.Reskrimum. Dalam perkara ini, Andreas telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara itu, laporan kedua kali dilayangkan oleh Fransiska pada 21 Maret 2017. Laporan itu terdaftar dalam LP/1427/III/2017/PMJ/Dit.Reskrimum dengan tuduhan pemalsuan.

Laporan ketiga kalinya pun dilayangkan oleh Fransiska pada 8 Januari 2018. Laporan itu terdaftar dalam LP/109/I/2018/PMJ/Dit.Reskrimum. Dalam laporan itu, Sandiaga dan Andreas dilaporkan dengan dugaan penipuan dan penggelapan serta pemalsuan dan menyuruh untuk memasukkan keterangan palsu ke dalam akta otentik. (osc)