Selain 68 gedung di koridor Sudirman-MH Thamrin yang akan diperiksa sampai Rabu, 21 Maret 2018 mendatang, kawasan lain yang diincar Anies adalah Kuningan dan Jalan Gatot Subroto.
Kepastian titik inspeksi berikutnya masih menunggu hasil survei yang sedang berlangsung di Sudirman-MH Thamrin saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Anies akan memeriksa izin penggunaan air tanah di perumahan. Dia tak menampik bahwa kebutuhan air bersih di beberapa wilayah ibu kota belum dapat terpenuhi oleh PD PAM Jaya dan operator penyedia seperti Aetra atau Palyja.
Dia berharap tidak hanya pemerintah yang menggalakkan kepatuhan penggunaan air tanah, penyediaan sumur resapan, dan pengelolaan air limbah. Tetapi, juga warga sampai tingkat RT/RW.
"Karena sebenarnya prinsipnya sederhana. Apalagi kalau menyangkut perumahan tidak memerlukan teknik-teknik yang rumit. Kalau untuk (pemeriksaan) gedung memang akan diperlukan keterampilan dan pengetahuan teknis khusus," kata dia.
Gedung yang telah diperiksa antara lain Kementerian ESDM, Hotel Sari Pan Pacific, dan Hotel Mandarin Oriental.
Berdasarkan data Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang DKI, sebanyak 31 pemilik gedung telah melengkapi bangunannya dengan sumur resapan dengan secara keseluruhan berjumlah 145 titik dengan volume 3.500 meter kubik.
Namun, masih terdapat sembilan pemilik gedung yang belum melengkapi bangunannya dengan sumur resapan.
Kemudian, enam pemilik gedung telah melengkapi bangunannya dengan kolam resapan yang secara keseluruhan berjumlah sembilan titik.
Pekan depan, sejumlah bangunan yang akan diperiksa antara lain Ratu Plaza, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Mall FX, Kementerian Agama, dan Bank Indonesia. (wis)