Orang Tua Korban Bersaksi di Sidang Aman Abdurrahman

CTR, CNN Indonesia | Selasa, 17/04/2018 13:24 WIB
Orang Tua Korban Bersaksi di Sidang Aman Abdurrahman Sidang terdakwa Aman Abdurrahman, dalang teror bom Thamrin kembali berlanjut dengan agenda kesaksian dari orang tua yang anaknya jadi korban bom di Samarinda. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sidang terdakwa dalang serangan bom Thamrin, Oman Rochman alias Aman Abdurrahman dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan saksi. Saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) adalah saksi korban.

"Saksi korban bom Samarinda," kata Jaksa Mayasari di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (17/4).

Ada lima saksi dihadirkan dalam persidangan. Empat dari saksi merupakan orang tua dari anak-anak yang menjadi korban bom di Gereja Oikumene Samarinda.



Mereka adalah Marsyana Tiur orangtua dari Alvaro Aurrelius, Anggiat Manumpak Banjarnahor otangtua Intan Olivia Marbun, Jekson Sihotang orangtua dari Anita Kristobel Sihotang dan Dorta Marnaek orangtua dari Trinity Hutahaean.

"Pada umumnya kesaksiannya sama menceritakan peristiwa saat bom Samarinda," lanjut Jaksa Mayasari.

Sementara satu saksi adalah Pendeta dari Gereja Jemaat Kristen Indonesia. Pendeta tersebut juga akan memberikan keterangan terkait ledakan bom di hari H.

Selain itu JPU juga menghadirkan saksi ahli Peneliti pusat Kajian Terorisme dan Konflik Sosial Univeritas Indonesia Sallahudin.


Sebelumnya, Jaksa menduga Aman Abdurrahman alias Oman Rochman terlibat dalam aksi serangan bom Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur. Aman merupakan terdakwa kasus terorisme di lima lokasi di Indonesia.

Sementara terpidana utama dalam bom Samarinda adalah Joko Sugito. Jaksa menduga Sugito dan Aman pernah bertemu di Lembaga Permasyarakatan Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Pada 27 Maret 2017, dalam kesaksiannya, Sugito di PN Jakarta Selatan mengatakan sering merakit bom untuk persiapan akhir zaman. Pemahaman itu diperolehnya setelah mendengar sejumlah ceramah Aman. (osc)