"Saya termasuk yang tersinggung. Saya Kristen. Ada Sikh, Hindu, Budha, masa kami dituduh partai pembela teroris. Ini serius ini," kata Hashim Hasyim saat konferensi pers di ruangan anggota DPR Fraksi Gerindra, Jumat (18/5).
Gerindra telah melaporkan belasan akun di media sosial yang dinilai telah menyebut Gerindra tidak menyetujui percepatan revisi Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan pro teroris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah fitnah murahan," kata Hashim.
"Secara pribadi saya ngomong ke Prabowo saya keberatan, Prabowo kaget, kemudian suruh dipelajari ternyata betul ada ini pasal," ungkapnya.
Kata Hashim, pasal tersebut berpotensi melanggar hak asasi manusia.
"Terus waktu itu kita mendukung dengan syarat salah satu syarat kita harus menghapus pasal ini," jelasnya.