Sandi Tak Larang Ketua RT Minta Jatah THR ke Pengusaha

DHF, CNN Indonesia | Selasa, 05/06/2018 20:02 WIB
Sandi Tak Larang Ketua RT Minta Jatah THR ke Pengusaha Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno tak melarang RT meminta-minta THR kepada pengusahan dengan catatan dilakukan tanpa pemaksaan. (CNN Indonesia/Dhio Faiz).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan tak akan melarang jika ada pejabat Rukun Tetangga (RT) di Jakarta yang meminta-minta tunjangan hari raya (THR) kepada para pengusaha.

Pernyataan Sandi merespons surat edaran Ketua RT 007 RW 01 Kelurahan Joglo, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat yang memohon dana THR menjelan Lebaran 2018.

"Itu menurut saya sekali lagi apa yang dilakukan oleh RT-RT tersebut murni inisiatif daripada mereka untuk mengetuk kepedulian dari para pengusaha di wilayah mereka," kata Sandi saat ditemui di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Selasa (5/6).


Sandi menganggap selama ini para pejabat RT telah memberikan pelayanan dam bantuan administrasi kepada para pengusaha. Sehingga mereka layak mendapat insentif dari kerja mereka.


Mantan pengusaha itu menyampaikan aksi minta-minta THR tak masalah asal dilakukan tanpa pemaksaan. Sandi juga meminta para pengusaha yang tak berkenan memberi THR, tak usah memaksakan.

"Semuanya harus didasarkan dengan kerelaan, jangan didasarkan dengan pemaksaan karena THR apapun bentuknya itu insentif dalam balutan bulan suci Ramadan," imbuh Sandi.

Sebelumnya tersebar surat edaran yang berisi permintaan THR kepada para pengusaha di sekitar Ketua RT 007 RW 01 Kelurahan Joglo, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Surat ini ditandatangani Ketua RT Heri Achmad pada 25 Mei 2018.


Surat itu menyebut menjelang Idul Fitri 1439 Hijriah, mereka meminta bantuan dana THR. Surat edaran didampingi secarik kuitansi dengan cap biru dan tanda tangan.

"Kami memohon uluran tangan dari perusahaan dan usahawan serta para dermawan yang berdomisili di wilayah RT007/01 sebagai kepedulian terhadap sesama, menjelang datangnya Hari Raya tersebut," tulis surat tersebut. (osc)