Berdasarkan data KPK, dari 2004 sampai Desember 2018 sedikitnya 106 kepala daerah telah ditetapkan sebagai tersangka. Kepala daerah ini meliputi gubernur, bupati maupun wali kota, termasuk juga wakil kepala daerah.
Untuk tahun ini saja, sebanyak 31 kepala daerah dijerat lewat operasi tangkap tangan (OTT), penyelidikan, pengembangan perkara, serta pelimpahan kasus dari aparat penegak hukum lain.
Kasus yang menjerat mereka pun beragam mulai dari suap, memperkaya diri sendiri atau pihak lain, gratifikasi, serta pencucian uang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abdul Latif menerima suap Rp3,6 miliar dari Direktur PT Menara Agung Pusaka Donny Witono terkait proyek pekerjaan pembangunan ruang perawatan kelas I, II, VIP dan super VIP di RSUD H Damanhuri Barabai tahun anggaran 2017.
Selanjutnya, pada 2 Februari 2018, lembaga antirasuah itu mengumumkan penetapan tersangka Gubernur Jambi Zumi Zola. Saat itu, politikus PAN tersebut disebut menerima uang Rp6 miliar bersama Kepala bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Jambi Arfan terkait sejumlah proyek di Provinsi Jambi.
Zumi Zola. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay) |
Setelah itu, sepanjang Februari 2018, berturut-turut KPK mencokok Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko (calon bupati Jombang), Bupati Ngada Marianus Sae (calon gubernur Nusa Tenggara Timur), Bupati Subang Imas Aryuminingsih (calon bupati Subang), Bupati Lampung Tengah Musatafa (calon gubernur Lampung), Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra dan ayahnya yang juga mantan Wali Kota Kendari Asrun (calon gubernur Sulawesi Tenggara).
Para kepala daerah itu diduga menerima suap, baik terkait proyek maupun jual-beli jabatan di lingkungan pemerintahannya masing-masing.
Beranjak ke Maret 2018, komisi antikorupsi itu menetapkan mantan Bupati Kepulauan Sula Ahmad Hidayat Mus sebagai tersangka. Hidayat Mus bersama adiknya Zainal Mus diduga merugikan negara Rp3,4 miliar terkait pengadaan lahan Bandara Bobong di Kabupaten Kepulauan Sula tahun anggaran 2009.
Zumi Zola. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)