Jelang Debat Capres 2019, Prabowo-Sandi Minta Masukan Pakar

CNN Indonesia | Rabu, 16/01/2019 10:49 WIB
Jelang Debat Capres 2019, Prabowo-Sandi Minta Masukan Pakar Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno. (CNN Indonesia/Farid Miftah Rahman).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasangan capres-cawapres, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno meminta masukan dari sejumlah pakar sebelum menghadapi Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam debat capres perdana jelang Pilpres 2019, Kamis (17/1).

Sandi mengatakan masukan itu merupakan bagian dari persiapan dan pendalaman berbagai isu seputar tema debat perdana ini, sebagaimana bocoran pertanyaan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sandi mengatakan, dia dan Prabowo telah melakukan persiapan sejak kemarin, terutama masukan dari pakar di bidang korupsi, terorisme, hukum, hingga Hak Asasi Manusia (HAM). Diketahui tema debat kali ini mengangkat isu korupsi, terorisme, hukum, dan HAM.


"Hari ini kami akan melakukan pendalamam lagi, kemarin sudah ada sesi kita dapat masukan dari para pakar dengan melihat 20 pertanyaan yang diberikan total ada empat topik," kata Sandi ditemui di kawasan Bulungan usai melakukan olahraga rutin, di Jakarta Selatan, Rabu (16/1).

Sandi mengatakan pertanyaan-pertanyaan itu cukup mencakup keseluruhan empat tema yang akan diangkat dalam debat yakni terkait korupsi, terorisme, hukum, dan HAM.

Dia sendiri berharap dari 20 daftar pertanyaan yang diberikan ini tentunya bisa memicu diskusi yang nantinya akan membuka wawasan bagi pemilih ketika menyaksikan debat kedua pasangan calon.

Apalagi kata dia, selama debat nanti dia dan Prabowo akan memberikan masukan-masukan yang bisa membuka wawasan pemilih terkait perbedaan cara dia dan Prabowo memimpin dengan Jokowi saat ini.

"Mudah-mudahan ini akan memicu satu diskusi yang bisa membuka wawasan dan memperlihatkan sisi perbedaan antara pendekatan Prabowo-Sandi dengan pendekatan pemerintahan sekarang," kata Sandi.

Perbedaan itu, kata Sandi, misalnya di sisi penegakan hukum dan keadilan. Selama ini kata Sandi masyarakat tahu bahwa hukum yang berlaku adalah hukum yang tebang pilih. Maka dia dan Prabowo akan menawarkan sistem kebalikannya, yakni hukum yang tidak tumpul ke atas tajam ke bawah tapi setara.

"Kita akan berfokus pada apa yang dibutuhkan masyarakat bahwa penegakan hukum itu ada rasa ketidakadilan karena dipandang hukum masih tebang pilih, hukum tidak pandang bulu, harusnya hukum itu tajam kebawah dan tajam ke atas juga," ujarnya.

"Ini harus kita betul-betul berikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa Prabowo-Sandi akan menegakkan supremasi hukum," kata dia.

Sementara terkait HAM yang penting saat ini, kata Sandi, adalah pemerataan lapangan kerja, penjaminan kesehatan, pendidikan yang layak, sebab kata dia itulah hak-hak dasar dari HAM yang seharusnya bisa didapatkan oleh masyarakat.

"Untuk masalah HAM juga di konstitusi kita, di undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 bahwa negara menjamin pekerjaan yang layak bagi setiap masyarakat, menjamin mendapatkan pendidikan, kesehatan, pelayanan kesehatan, itu juga menjadi pandangan masyarakat terhadap hak asasi," kata dia.

Hal sama juga berlaku terkait tema korupsi dan terorisme, Sandi mengaku, dia dan Prabowo telah banyak melakukan diskusi terkait kedua hal tersebut. (tst/osc)