"Mari kita jaga dunia maya kita untuk tidak memantik hoaks dan tidak menyebarkan hoaks. Apalagi yang bersifat provokasi, hasutan dan sebagainya," kata Rudiantara di Medan, Sumatera Utara, Rabu (26/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, pada 22 dan 24 Mei, pihaknya menemukan lebih banyak akun penyebar hoaks atau hasutan dan provokasi di media sosial. Bahkan URL kanal yang digunakan untuk penyebaran hoaks di angka 600 sampai 700.
Di tengah informasi hoaks yang berseliweran itu Rudiantara mengaku belum memastikan apakah akan melakukan pembatasan akses ke media sosial saat sidang putusan sengketa Pilpres.
"Saya tidak bisa mengatakan akan ada atau tidak ada," katanya.
Demo oleh sebagian kelompok masyarakat rutin dilakukan sejak sidang perdana sengketa Pilpres, 14 Juni lalu sampai hari ini.
Aksi hari ini diinisiasi oleh Persaudaraan Alumni 212, Front Pembela Islam, dan sejumlah ormas lain. Aksi berpusat di Patung Kuda, mengusung beberapa isu mulai dari penahanan sejumlah tokoh agama sampai dugaan kecurangan Pilpres.
"Terus kalau ada orang yang masih mau demo. Itu demo untuk siapa?" jelasnya.
[Gambas:Video CNN] (fnr/wis)