Rudiantara Ingatkan Warganet Tak Sebar Hoaks Saat Putusan MK

CNN Indonesia | Kamis, 27/06/2019 04:17 WIB
Rudiantara Ingatkan Warganet Tak Sebar Hoaks Saat Putusan MK Menteri Kominfo Rudiantara. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Medan, CNN Indonesia -- Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menegaskan telah ada ratusan akun yang ditutup pemerintah karena terkait berita bohong atau hoaks. Dia pun mengingatkan warganet tidak memantik atau menyebarkan hoaks saat sidang putusan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi pada 27 Juni. 

"Mari kita jaga dunia maya kita untuk tidak memantik hoaks dan tidak menyebarkan hoaks. Apalagi yang bersifat provokasi, hasutan dan sebagainya," kata Rudiantara di Medan, Sumatera Utara, Rabu (26/6).

Rudiantara menyebut sampai saat ini hoaks atau informasi yang bersifat menghasut masih berseliweran di media sosial. Tindakan penutupan akun pun terus dilakukan.


Dia mencontohkan pada tangga 21 Juni pemerintah menutup 600 akun terkait hoaks.

Lalu, pada 22 dan 24 Mei, pihaknya menemukan lebih banyak akun penyebar hoaks atau hasutan dan provokasi di media sosial. Bahkan URL kanal yang digunakan untuk penyebaran hoaks di angka 600 sampai 700.

"Ditutup lagi besoknya ada lagi. Nah, sekarang sudah turun di angka 100. Ini yang kita jaga dengan jangan memantik hoaks dan jangan memviralkan hoaks," tegasnya.

Di tengah informasi hoaks yang berseliweran itu Rudiantara mengaku belum memastikan apakah akan melakukan pembatasan akses ke media sosial saat sidang putusan sengketa Pilpres.

"Saya tidak bisa mengatakan akan ada atau tidak ada," katanya.

Lebih lanjut Rudiantara menyindir sebagian kelompok masyarakat yang masih menggelar demonstrasi di sekitar Gedung MK. 

Demo oleh sebagian kelompok masyarakat rutin dilakukan sejak sidang perdana sengketa Pilpres, 14 Juni lalu sampai hari ini.

Aksi hari ini diinisiasi oleh Persaudaraan Alumni 212, Front Pembela Islam, dan sejumlah ormas lain. Aksi berpusat di Patung Kuda, mengusung beberapa isu mulai dari penahanan sejumlah tokoh agama sampai dugaan kecurangan Pilpres. 

Rudiantara mengaku heran masih ada pihak yang menggelar aksi. Padahal, kedua kubu pasangan calon yang bersengketa telah menyatakan akan menerima apapun hasil keputusan MK dan tidak akan mengerahkan massa.

"Terus kalau ada orang yang masih mau demo. Itu demo untuk siapa?" jelasnya.
[Gambas:Video CNN] (fnr/wis)