Tim Investigasi Cek Kesehatan Siswa SMA Taruna Palembang

CNN Indonesia | Jumat, 02/08/2019 05:18 WIB
Tim Investigasi Cek Kesehatan Siswa SMA Taruna Palembang Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru-Mawardi Yahya. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim investigasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melakukan tes kesehatan kepada seluruh siswa baru SMA Taruna Indonesia, Palembang. Tujuannya, mencari kemungkinan keberadaan korban lain.

Diketahui, dua orang siswa baru meninggal dunia usai mengikuti masa orientasi siswa (MOS) di sekolah bersistem semi militer tersebut.


Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya mengatakan setelah penyelidikan selesai pada akhir pekan lalu saat ini tim investigasi tengah menggelar rapat dan mendiskusikan hasil temuan-temuan yang didapat. Tes kesehatan pun dilakukan kepada seluruh siswa SMA Taruna untuk memastikan kemungkinan siswa lain yang mengalami cedera fisik saat mengikuti MOS.


"Tim investigasi sedang rapat, dia sudah ke lapangan sudah mengecek termasuk seluruh siswa yang tinggal di tes kesehatan. Apakah ada cedera atau bagaimana. Saat ini hasilnya masih dirapatkan untuk kemudian dibuat keputusan," ujar dia, Kamis (1/8).

Mawardi mengatakan sanksi yang akan diberikan kepada SMA Taruna Indonesia akan disesuaikan dengan beratnya pelanggaran yang dilakukan oleh pihak sekolah. Pelanggaran tersebut saat ini masih dikaji oleh tim investigasi dan Dewan Pendidikan Sumsel melihat seberapa jauh pelanggarannya.

"Nanti setelah ada kesimpulan dari tim investigasi, kita buat rekomendasi sanksi apa yang tepat untuk SMA Taruna Indonesia. Sehari-dua hari ini sudah ada rekomendasinya," ujar dia.

Gubernur Sumsel Herman Deru sebelumnya berujar pihaknya akan menjatuhkan sanksi penutupan dan pencabutan izin terhadap SMA Taruna Indonesia bila pihaknya menemukan pelanggaran berat yang dilakukan pihak sekolah.

"Hasil investigasi kita akan dikolaborasikan dengan polisi. Kalau di situ ada pelanggaran berat oleh institusi, saya yakin tutup. Tapi saya enggak mau gegabah, tatap tutup-tatap tutup, ternyata yang melanggar orang, oknum," ujar Herman, Senin (30/7).


Sebelumnya diberitakan, polisi sudah menetapkan satu tersangka yakni Obby Frisman Arkataku (24) atas tewasnya DBJ (14) saat mengikuti MOS di SMA Taruna Indonesia Palembang.

Terkait kematian siswa baru lainnya, WJ (15), penyidik Polresta Palembang masih melakukan penyelidikan, pemeriksaan saksi, serta penelitian rekam medis.

Pada Selasa (31/7), Obby melalui kuasa hukumnya menggugat Polresta Palembang sebesar Rp1 miliar dengan menjalani sidang praperadilan.

[Gambas:Video CNN] (idz/arh)