Diketahui, dua orang siswa baru meninggal dunia usai mengikuti masa orientasi siswa (MOS) di sekolah bersistem semi militer tersebut.
Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya mengatakan setelah penyelidikan selesai pada akhir pekan lalu saat ini tim investigasi tengah menggelar rapat dan mendiskusikan hasil temuan-temuan yang didapat. Tes kesehatan pun dilakukan kepada seluruh siswa SMA Taruna untuk memastikan kemungkinan siswa lain yang mengalami cedera fisik saat mengikuti MOS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gubernur Sumsel Herman Deru sebelumnya berujar pihaknya akan menjatuhkan sanksi penutupan dan pencabutan izin terhadap SMA Taruna Indonesia bila pihaknya menemukan pelanggaran berat yang dilakukan pihak sekolah.
"Hasil investigasi kita akan dikolaborasikan dengan polisi. Kalau di situ ada pelanggaran berat oleh institusi, saya yakin tutup. Tapi saya enggak mau gegabah, tatap tutup-tatap tutup, ternyata yang melanggar orang, oknum," ujar Herman, Senin (30/7).
Sebelumnya diberitakan, polisi sudah menetapkan satu tersangka yakni Obby Frisman Arkataku (24) atas tewasnya DBJ (14) saat mengikuti MOS di SMA Taruna Indonesia Palembang.
Terkait kematian siswa baru lainnya, WJ (15), penyidik Polresta Palembang masih melakukan penyelidikan, pemeriksaan saksi, serta penelitian rekam medis.
Pada Selasa (31/7), Obby melalui kuasa hukumnya menggugat Polresta Palembang sebesar Rp1 miliar dengan menjalani sidang praperadilan.
[Gambas:Video CNN] (idz/arh)