Pengusaha Mal Tuntut Ganti Rugi ke Pemprov DKI Akibat Banjir

CNN Indonesia | Sabtu, 11/01/2020 20:10 WIB
Pengusaha Mal Tuntut Ganti Rugi ke Pemprov DKI Akibat Banjir Mal Taman Anggrek salah satu pusat perbelanjaan yang tutup karena banjir Jakarta. (Jonathan McIntosh via Wikimedia Commons (CC-BY-2.0)
Jakarta, CNN Indonesia -- Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HPPBI) menuntut ganti rugi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta atas banjir yang menyebabkan operasional sejumlah mal berhenti di awal Januari 2020 lalu.

Ketua HPPBI Budihardjo Iduansjah mengatakan pihaknya telah mengirim surat kepada Pemprov DKI Jakarta agar membahas kompensasi kerugian akibat banjir.

"Kita mau fair saja untuk kompensasi banjir ini. Sejauh ini kita tuntutnya beberapa kebijakan yang menghambat bisa dicabut, seperti pajak," ujar Budihardjo seperti dikutip Antara, Sabtu (11/1).


Akibat banjir yang melanda Jakarta pada awal Januari 2020, sejumlah mal terpaksa tidak beroperasi demi keselamatan para pengunjungnya. Salah satunya, Mall Taman Anggrek yang terpaksa tutup karena mesin pembangkit listriknya rusak usai terendam banjir.

Demi menghindari banjir susulan, Mall Taman Anggrek pun membuat tanggul dengan karung sak pasir dan terpal yang dapat menghindari air masuk ruang pembangkit listrik di lantai paling dasar gedung.

[Gambas:Video CNN]
Lebih dari itu, Budiharjo juga menyebut bahwa berdasarkan data yang diperoleh pihaknya diketahui Mall Cipinang dan Lippo Puri Mall juga terpaksa tutup lebih dari sepekan akibat banjir.

Menurutnya, berdasarkan hitung-hitungan kasar diperkirakan bahwa kerugian yang diderita bisa mencapai Rp15 miliar selama operasional tutup setengah bulan ini.

"Kita target per meter persegi Rp1 juta sampai Rp2 juta per bulan. Ini mereka tutup setengah bulan. Misalnya, Rp500 ribu (tinggal) kali saja. Kalau luas mal ada 30 ribu meter persegi, bisa rugi capai Rp15 miliar selama tutup," kata Budihardjo. (mts/wis)