Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Fify Mulyani mengatakan dari jumlah tersebut, sebanyak 1.279 orang dinyatakan telah sembuh. Sedangkan, sebanyak 466 meninggal dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, OTG tidak menderita gejala Covid-19 seperti demam tinggi dan sesak nafas. OTG juga lebih rentan menyebarkan virus corona karena tidak menimbulkan gejala apapun dan melakukan aktivitas di luar rumah.
Fify menyebut Pemprov DKI telah melakukan pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) terhadap 96.258 sampel. Sementara, khusus per 13 Mei Pemprov DKI telah melakukan tes terhadap 2.379 orang.
"Sebanyak 1.679 tes dilakukan untuk menegakkan diagnosis kasus baru, hasilnya 180 dinyatakan positif, dan 1.499 negatif," ujarnya.
Selain itu, sampai saat ini Pemprov DKI masih terus melaksanakan tes cepat atau rapid test. Hingga hari ini, tes dilakukan terhadap 96.748 orang di DKI.
Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah kasus positif virus corona terbanyak di Indonesia. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menetapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak 10 April sampai 22 Mei mendatang. (dmi/fra)