Herman (57 dan istrinya, yakni Hidastini (55) sudah bisa menahan diri untuk tidak ke masjid untuk menjalankan salat tarawih seperti Ramadan sebelumnya. Kini, mereka melakukan di rumah saja.
Berbuka puasa, dilanjut salat Maghrib, Isya dan Tarawih, Herman dan Hidastini lalu menyaksikan video ceramah di internet menggunakan telepon seluler. Menonton ceramah via internet itu kebiasaan baru mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semuanya baru ya, mungkin ini new normal itu, biasanya sehabis buka saya dan suami pergi ke Masjid Raya Bandung untuk tarawih, sekarang di rumah saja, lihat ceramah online, ngobrol dengan anak-anak juga online," kata Hidastini.
"Mau salat tarawih paling sendiri, pernah waktu awal puasa tapi anak-anak suka ribut kalau tidak dijagain, kalau di masjid kan enak luas," ujarnya.
Siti juga mengaku ingin mendengarkan ceramah Ramadan yang biasa dia peroleh di masjid usai salat tarawih. Namun, kini dia tidak bisa mendapatkan itu.
Siti bahkan harus menghemat kuota internet ponselnya agar bisa mengikuti program streaming sekolah anaknya yang duduk di kelas 1 SD.
"Saya kadang-kadang aja lihat ceramah di TV, kalau di hp saya hemat kuota buat ikut kelas online anak saya," kata Siti.
Siti berharap pandemi virus corona ini bisa berakir sehingga ia dan keluarganya bisa menunaikan salat Id berjamaah di masjid. Ia merasa kurang jika tidak menunaikan salat Id setelah menunaikan puasa satu bulan.
"Iya pinginnya sih salat Id, biar sreg aja puasanya," ucapnya.
[Gambas:Video CNN]
Masyarakat umum hanya boleh salat di bagian luar Masjid Raya Bandung selama pandemi virus corona (CNN Indonesia/ Melani)