Pedagang Reaktif Rapid Test, Pasar-Mal di Solo Terancam Tutup

CNN Indonesia | Jumat, 29/05/2020 18:02 WIB
Kepala Polres Kota Surakarta Kombes Pol Andy Rifai saat melakukan pengecekan persiapan penerapan normal baru di Solo Paragon Mal, Kamis (28/5/2020). (ANTARA/HO Humas Polresta Surakarta) Kapolres Kota Surakarta Kombes Pol Andy Rifai saat melakukan pengecekan persiapan penerapan normal baru di Solo Paragon Mal, Kamis (28/5). (ANTARA/HO Humas Polresta Surakarta)
Solo, CNN Indonesia -- Pasar burung dan ikan hias Depok dan mal Solo Paragon Lifestyle di Solo terancam ditutup dua pekan setelah dua pedagang dan seorang pramuniaga reaktif virus corona (Covid-19) berdasarkan hasil rapid test.

Kebijakan tersebut diambil Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk memutus rantai penularan di pusat perbelanjaan tersebut. Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan kepastian penutupan pasar dan mal akan diputuskan setelah Pemkot menerima hasil swab test tiga orang yang reaktif tersebut.


"Mudah-mudahan negatif. Kalau hasilnya positif ya kita tutup 14 hari," kata pria yang akrab disapa Rudy itu, Jumat (29/5).


Rudy menegaskan sejak awal ditetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Maret lalu, Pemkot menginstruksikan pusat perbelanjaan dan pasar tradisional di Solo untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Bahkan saat puncak kasus Covid-19 di Solo terjadi pada April, Pemkot mewajibkan pedagang dan karyawan pusat perbelanjaan mengenakan masker.

Dia melanjutkan, warga yang tidak memakai masker ditindak tegas dengan melarang mereka berdagang di pasar. Bahkan, Pemkot tak segan mencabut izin pedagang pasar yang bersikeras tidak mengenakan masker.

"Pasar dan pusat belanja ini tempat berkumpulnya orang banyak. Kalau ada yang sakit, penularannya bisa ke mana-mana," kata Rudy.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan rapid test di pasar dan pusat perdagangan dilaksanakan 22 Mei lalu. Mereka yang reaktif rapid test telah diambil sampel sputum untuk diuji dengan metode RT-PCR di laboratorium Rumah Sakit UNS.

"Hasilnya belum kami terima," kata Siti.

Terpisah, Chief Marketing Communication Solo Paragon Lifestyle Mal, Veronica Lahji mengatakan pihaknya telah memperketat protokol kesehatan. Tak hanya karyawan, pengunjung juga diwajibkan mengenakan masker selama beraktivitas di mal. Terkait potensi ancaman penutupan, ia menegaskan Paragon Mal akan kooperatif dengan Pemkot Solo.

"Hasilnya kan belum tentu positif. Tapi kalau positif, nanti bagaimana baiknya dari Pemkot, Paragon tetap mengikuti," kata Veronica. (syd/bac)

[Gambas:Video CNN]